Sejarah Perkembangan Komputer

Posted: Februari 22, 2012 in Uncategorized

Sebelum tahun 1940
Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuanpenemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik.
Saat ini
komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan
pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar
perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket
yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan
panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungkan
berbagai tempat di dunia. Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba
sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.

1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia

2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang
digerakkan dengan tangan secara manual

3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara
otomatis oleh motor elektronik

4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh
Beberapa peralatan yang telah digunakan sebagai alat hitung sebelum ditemukannya
komputer :

1. Abacus

Muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa
tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Alat ini
memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan bijibijian
geser yang diatur pada sebuh rak. Para pedagang di masa itu menggunakan
abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil
dan kertas, terutama di Eropa, Abacus kehilangan popularitasnya.

2. Kalkulator roda numerik ( numerical wheel calculator )

Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi. Pada
tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun,
menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel
calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak.


Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda
putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini
merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah
hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan.

3. Kalkulator roda numerik 2
Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von
Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat
mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan
menggunakan roda-roda gerigi. Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar
yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya.

4. Kalkulator Mekanik
Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.

Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seorang profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika:mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertentu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis.

Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tibatiba
terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dlam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.

Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat p enemuan baru lainnya. Vannevar Bush (1890-1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

Setelah tahun 1940

Perkembangan komputer setelah tahun 1940 dibagi lagi menjadi 5 generasi.

1. Komputer generasi pertama ( 1940-1959 ).
Komputer generasi pertama ini menggunakan tabung vakum untuk memproses
dan menyimpan data. Ia menjadi cepat panas dan mudah terbakar, oleh karena itu
beribu-ribu tabung vakum diperlukan untuk menjalankan operasi keseluruhan komputer.
Ia juga memerlukan banyak tenaga elektrik yang menyebabkan gangguan elektrik di
kawasan sekitarnya.

Komputer generasi pertama ini 100% elektronik dan membantu para ahli dalam menyelesaikan masalah perhitungan dengan cepat dan tepat. Beberapa komputer generasi pertama :

a. ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Calculator )
dirancang oleh Dr John Mauchly dan Presper Eckert pada tahun 1946.

Komputer generasi ini sudah mulai menyimpan data yang dikenal sebagai konsep
penyimpanan data (stored program concept) yang dikemukakan oleh John Von
Neuman.

b. EDVAC Computer (Electronic Discrete Variable Automatic Computer)


Penggunaan tabung vakum juga telah dikurangi di dalam perancangan komputer EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer) di mana proses perhitungan menjadi lebih cepat dibandingkan ENIAC.

c. EDSAC COMPUTER ( Electonic Delay Storage Automatic Calculator )

EDSAC (Electonic Delay Storage Automatic Calculator) memperkenalkan penggunaan
raksa (merkuri) dalam tabung untuk menyimpan data.

d. UNIVAC 1 Computer
Pada tahun 1951 Dr Mauchly dan Eckert menciptakan UNIVAC 1 (Universal
Automatic Calculator ) komputer pertama yang digunakan untuk memproses data
perdagangan.

2. Komputer generasi kedua ( 1959 -1964 )

Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tabung vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis. Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu
pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer.
IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani data dalam jumlah yang besar. Mesin tersebut sangat Mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua Menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner. Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan.
Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya
menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat
diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket,
memory, sistem operasi, dan program.
              Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secaa luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan. Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji.
               Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.
3. Komputer generasi ketiga ( 1964 – awal 80an )
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara
serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.
4. Komputer generasi keempat ( awal 80an – ??? )
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran
sirkuit dan komponenkomponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat
ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale
Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.

Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan.
Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang
berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran
komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan
komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC
dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit,
memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya,
IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik.Sekarang, sebuah
mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga
seperti microwave oven, televisi, dn mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi
dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk
menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaanperusahaan
besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit
komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputerkomputer
ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang
mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu
adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game
seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih
canggih dan dapat diprogram.
Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC)
untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak
dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun
kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran
yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi
komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang
dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar
komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada
komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks.
Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan
pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial
dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam
golongan komputer generasi keempat.
Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara
baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya
suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara
bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi,
dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer
jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik
untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung
(disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat
berkembang menjadi sangat besar.

5. Komputer generasi kelima ( masa depan )
Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain
memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang
terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non
Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu
mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah
teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan
apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek
komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology)
juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek
ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer
generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia.
Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.

Angin

Posted: Februari 20, 2012 in Uncategorized

 Angin adalah udara yang bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah atau dari suhu udara yang rendah ke suhu udara yang tinggi.

Proses Terjadinya Angin

Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energi panas matahari yang di terima oleh permukaan bumi. Pada suatu wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Sehingga akan terjadi perbedaan suhu dan tekanan udara antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energi panas, akibatnya akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut.
Contoh – contoh alat pengukur angin:

Meskipun pada kenyataan angin tidak dapat dilihat bagaimana wujudnya, namun masih dapat diketahui keberadaannya melalui efek yang ditimbulkan pada benda – benda yang mendapat hembusan angin. Seperti ketika kita melihat dahan – dahan pohon bergerak atau bendera yang berkibar kita tahu bahwa ada angin yang berhembus. Dari mana angin bertiup dan berapa kecepatannya dapat diketahui dengan menggunakan alat – alat pengukur angin. Alat–alat pengukur angin tersebut adalah :
1. Anemometer, yaitu alat yang mengukur kecepatan angin.
2. Wind vane, yaitu alat untuk mengetahui arah angin.
3. Windsock, yaitu alat untuk mengetahui arah angin dan memperkirakan besar kecepatan angin. Biasanya ditemukan di bandara – bandara.
Selain dengan menggunakan alat–alat pengukur angin, arah dan kecepatan angin juga dapat diukur/diperkirakan dengan menggunakan tabel Skala Beaufort.
Contoh tabel Skala Beaufort:
Skala Beaufort Kategori Satuan dalam km/jam Satuan dalam knots Keadaan di daratan Keadaan di lautan
0 Udara Tenang 0 0 Asap bergerak secara vertikal Permukaan laut seperti kaca
1~3 Angin lemah ≤ 19 ≤ 10 Angin terasa di wajah; daun-daun berdesir; kincir angin bergerak oleh angin riuk kecil terbentuk namun tidak pecah; permukaan tetap seperti kaca
4 Angin sedang 20~29 11~16 mengangkat debu dan menerbangkan kertas; cabang pohon kecil bergerak Ombak kecil mulai memanjang; garis-garis buih sering terbentuk
5 Angin segar 30~39 17~21 pohon kecil berayun; gelombang kecil terbentuk di perairan di darat Ombak ukuran sedang; buih berarak-arak
6 Angin kuat 40~ 50 22~ 27 cabang besar bergerak; siulan terdengar pada kabel telepon; payung sulit digunakan Ombak besar mulai terbentuk, buih tipis melebar dari puncaknya, kadang-kadang timbul percikan
7 Angin ribut 51~ 62 28 ~33 pohon-pohon bergerak; terasa sulit berjalan melawan arah angin Laut mulai bergolak, buih putih mulai terbawa angin dan membentuk alur-alur sesuai arah angin
8 Angin ribut sedang 63~ 75 34~ 40 ranting-ranting patah; semakin sulit bergerak maju Gelombang agak tinggi dan lebih panjang; puncak gelombang yang pecah mulai bergulung; buih yang terbesar anginnya semakin jelas alur-alurnya
9 Angin ribut kuat 76~ 87 41~ 47 kerusakan bangunan mulai muncul; atap rumah lepas; cabang yang lebih besar patah Gelombang tinggi terbentuk buih tebal berlajur-lajur; puncak gelombang roboh bergulung-gulung; percik-percik air mulai mengganggu penglihatan
10 Badai 88~ 102 48~ 55 jarang terjadi di daratan; pohon-pohon tercabut; kerusakan bangunan yang cukup parah Gelombang sangat tinggi dengan puncak memayungi; buih yang ditimbulkan membentuk tampal-tampal buih raksasa yang didorong angin, seluruh permukaan laut memutih; gulungan ombak menjadi dahsyat; penglihatan terganggu
11 Badai kuat 103 ~117 56~ 63 sangat jarang terjadi- kerusakan yang menyebar luas Gelombang amat sangat tinggi (kapal-kapal kecil dan sedang terganggu pandangan karenanaya), permukaan laut tertutup penuh tampal -tampal putih buih karena seluruh puncak gelombang menghamburkan buih yang terdorong angin; penglihatan terganggu
12+ Topan ³118 ³64 Udara tertutup penuh oleh buih dan percik air; permukaan laut memutuh penuh oleh percik-percik air yang terhanyut angin; penglihatan amat sangat terganggu

Jenis-jenis Angin
Secara umum angin dapat dibagi menjadi angin lokal dan angin musim.
Angin lokal terdapat 3 macam yaitu :

1. Angin darat dan angin laut.

Angin darat dan angin laut terjadi akibat adanya perbedaan sifat antara daratan dan lautan dalam menyerap dan melepaskan energi panas matahari. Daratan menyerap dan melepas energi panas lebih cepat daripada lautan.

Angin darat terjadi ketika pada malam hari energi panas yang diserap permukaan bumi sepanjang hari akan dilepaskan lebih cepat oleh daratan (udara dingin). Sementara itu di lautan energi panas sedang dalam proses dilepaskan ke udara. Gerakan konvektif tersebut menyebabkan udara dingin dari daratan bergerak menggantikan udara yang naik di lautan sehingga terjadi aliran udara dari darat ke laut. Angin darat terjadi pada tengah malam dan dini hari.

Sedangkan angin laut terjadi ketika pada pagi hingga menjelang sore hari, daratan menyerap energi panas lebih cepat dari lautan sehingga suhu udara di darat lebih panas daripada di laut.Akibatnya udara panas di daratan akan naik dan digantikan udara dingin dari lautan. Maka terjadilah aliran udara dari laut ke darat. Angin laut terjadi pada sore dan malam hari.
Contoh: angin darat dan angin laut :

2. Angin gunung dan angin lembah

Angin lembah terjadi ketika matahari terbit, puncak gunung adalah daerah yang pertama kali mendapat panas dan sepanjang hari selama proses tersebut, lereng gunung mendapat energi panas lebih banyak daripada lembah. Sehingga menyebabkan perbedaan suhu antara keduanya. Udara panas dari lereng gunung naik dan digantikan dengan udara dingin dari lembah. Akibatnya terjadi aliran udara dari lembah menuju gunung.

Sedangkan pada sore hari lembah akan melepaskan energi panas dan puncak gunung yang telah mendingin akan mengalirkan udara ke lembah. Aliran udara tersebut dinamakan angin gunung.
Angin Puting Beliung

3. Angin Ribut/Puyuh

Biasa juga dikenal dengan puting beliung, yaitu angin kencang yang datang secara tiba – tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar seperti spiral hingga menyentuh permukaan bumi dan punah dalam waktu singkat (3 – 5 menit). Kecepatan angin rata – ratanya berkisar antara 30 – 40 knots. Angin ini berasal dari awan Cumulonimbus (Cb) yaitu awan yang bergumpal berwarna abu – abu gelap dan menjulang tinggi. Namun, tidak semua awan Cumulonimbus menimbulkan puting beliung. Puting beliung dapat terjadi dimana saja, di darat maupun di laut dan jika terjadi di laut durasinya lebih lama daripada di darat. Angin ini umumnya terjadi pada siang atau sore hari, terkadang pada malam hari dan lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba). Luas daerah yang terkena dampaknya sekitar 5 – 10 km, karena itu bersifat sangat lokal.

Angin Periodik (angin musim) adalah :

Jenis angin yang berhembus secara periodik.

Angin monsun adalah angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan.
Angin monsun di Indonesia ada 2 macam yaitu:
1. Angin Monsun Asia dan
2. Angin Monsun Australia.

1. Angin Monsun Asia

Angin ini berhubungan dengan angin baratan yaitu angin yang berasal dari daratan Asia menuju wilayah Indonesia, dengan membawa uap air lebih banyak dari biasanya, sehingga sebagian wilayah Indonesia bagian Selatan Katulistiwa sering banyak hujan atau bertepatan dengan musim hujan di Indonesia.
Ketika matahari berada di sebelah Utara Katulistiwa, maka daerah di Belahan Bumi Utara mempunyai suhu udara yang panas dengan tekanan udara cenderung rendah. Sehingga arah pergerakan angin dari Belahan Bumi Utara (daratan Asia) menuju Belahan Bumi Selatan (daratan Australia) dan angin tersebut biasanya berasal dari arah barat menuju timur. Kondisi ini biasa dikenal orang sebagai angin barat.

Gambar Pola Angin Baratan

Gambar Pola Angin Timuran

2. Angin Monsum Australia

Angin ini berhubungan dengan angin timur yaitu angin yang berasal dari daratan Australia. Ketika matahari berada di Belahan Bumi Selatan, maka Belahan Bumi Selatan mempunyai suhu yang panas dan tekanan udara yang tinggi maka pergerakan angin dari Belahan Bumi Selatan (daratan Australia) menuju Belahan Bumi Utara (daratan Asia).

Dampak-dampak yang ditimbulkan angin kencang

Gambar Dampak-dampak yang ditimbulkan angin puting beliung

Selain bermanfaat bagi masyarakat, angin juga dapat menimbulkan masalah. Angin yang sering menimbulkan kerusakan menurut kriteria kecepatan antara lain :

1. Angin Puting Beliung

Adalah angin yang berputar dalam waktu yang sangat singkat sekitar 3 sampai 5 menit, sering terjadi di darat dengan radius sekitar 5 – 10 km.
Angin puting beliung dapat membuat atap – atap rumah semi permanen berterbangan dan dapat membuat pohon tumbang. Agar terhindar dari terjangan angin puting beliung perlu di ambil langkah antisipatif berikut :

* Menebang dahan – dahan dari pohon yang rimbun dan tinggi untuk mengurangi beban berat pada pohon tersebut.
* Memperkuat atap rumah yang sudah rapuh
* Cepat berlindung atau menjauh dari tempat kejadian, bila menetahui adanya indikasi akan terjadi puting beliung.

Angin Topan (Badai Tropis)

2. Angin Topan (Badai Tropis)

Angin Topan adalah angin yang berputar dengan skala yang lebih lama sekitar 3 – 7 hari, selalu terjadi di laut dengan daya rusak mencapai ribuan km, Indonesia termasuk negara yang tidak akan pernah dilintasi angin tersebut, namun demikian untuk wilayah yang dekat dengan angin topan akan merasakan dampak tidak langsungnya, antara lain:

* Peningkatan kecepatan angin > 20 knots atau 37 km/jam
* Gelombang tinggi > 2.5 m
* Hujan lebat dan angin kencang pada radius 1000 km dari pusat badai

Alat pengukur cuaca dan iklim

Posted: Februari 20, 2012 in Uncategorized

Mengenal Nama dan Fungsi Alat‐alat Pemantau Cuaca dan Iklim

Pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat rentan terhadap perubahan iklim
yang berdampak pada produktivitas tanaman dan pendapatan petani. Menyikapi
terhadap situasi perubahan cuaca dan iklim yang sekarang terjadi, perlu kiranya kita
mengenal dan memahami beberapa nama alat yang berfungsi sebagai alat deteksi unsur‐
unsur cuaca dan iklim. Iklim adalah sintesis, kesimpulan atau statistik cuaca jangka
panjang. Menurut Organisasi Meteorologi Sedunia (World Meteorogical
Organization/WMO) waktu yang ideal untuk pengumpulan data iklim dari data cuaca
adalah 30 tahun atau lebih. Cuaca adalah kondisi sesaat dari fisika amosfer. Jadi, unsur‐
unsur iklim dan cuaca adalah sama. Unsur‐unsur iklim dan satuannya adalah sebagai
berikut:
1. Radiasi surya meliputi:
• intensitas radiasi (kal/cm2/menit , W/m
2
)
• intensitas cahaya/PAR (foot candle, lux, lumen)
• lama penyinaran (jam/hari, %)
• panjang hari (jam/hari).
2. Suhu udara dan suhu tanah (°C) : maksimum, minimum dan rata‐rata.
3. Kelembapan udara nisbi (%) : maksimum, minimum, rata‐rata.
4. Tekanan udara (mb) : maksimum, minimum, rata‐rata.
5. Angin :
• kecepatan angin (knot atau mil laut/jam, km/jam, m/detik)
• arah angin (derajat arah)
6. Presipitasi :
• curah hujan (mm)
• hari hujan (hari)
• salju (mm)
• embun (mm)
7. Penguapan (mm) :
• Evaporasi permukaan air (Eo)
• Evapotranspirasi (ET)
• Evapotranspirasi Potensial (ETP)
Di antara unsur iklim tersebut, tekanan udara dan arah angin kurang erat hubungannya
dengan tanaman. Berikut nama dan fungsi alat deteksi unsur‐unsur cuaca dan iklim  2
1. Penakar Hujan
1.1 Penakar Hujan Otomatis Type Hellmann
Alat ini berfungsi untuk   mengukur intensitas, jumlah, dan waktu terjadinya hujan,
dipasang dengan ketinggian 120 cm dari permukaan tanah sampai ke corong penakar
dan luas penampang   corong 200 cm2.   Pada   alat   ini terdapat sebuah silinder   jam
sebagai  tempat  pemasangan  pias,  sehingga   akan   dapat    diketahui   curah hujan
maksimum dan minimum serta waktu
terjadinya. Prinsip    kerja    alat    ini yaitu air
hujan masuk melalui  corong  kemudian akan
terkumpul dalam tabung. Dalam tabung ini
terdapat pelampung yang dihubungkan
dengan tangkai pena, sehingga air yang
masuk kedalam tabung akan menekan
pelampung, maka pelampung akan naik dan
tangkai pena  turut  bergerak keatas.
Gerakan pena tersebut akan mencatat pada
pias yang dipasang    pada   silinder jam, jika
gerakan pena mencapai skala 10 mm pada
pias maka secara otomatis air akan turun melalui pipa siphon dan jatuh kedalam
bejana plastik.    Air dalam tabung terkuras habis sehingga tangkai pena      turut
bergerak turun sampai pena menunjuk skala nol, jika hujan masih turun pena   akan
naik lagi, demikian seterusnya.
Waktu pengamatan : pengamatan dilakukan selama 24 jam dan penggantian pias
dilakukan pada jam 07.00 WIB.
1.2 Penakar Hujan Otomatis Type Typping Bucket.
Berfungsi untuk mengukur jumlah curah hujan pada periode waktu tertentu,
dipasang dengan ketinggian 140 cm dari permukaan tanah dan luas penampang
corong 400 cm2. Alat ini terdiri dari sensor yang berupa bucket (semacam
timbangan) dan dihubungkan
dengan menggunakan kabel ke
recorder/pencatat yang
ditempatkan dalam ruangan
observasi, kerja alat ini
memerlukan arus AC yang diubah
menjadi DC 7,5  –  9,0 Volt. Prinsip
kerja alat ini yaitu air yang masuk
melalui corong akan jatuh kedalam alat semacam timbangan, dimana satu jungkitan
pada alat ini akan direspon oleh recorder sehingga akan terbentuk lukisan satu anak
tangga pada pias dan angka counter bertambah satu. Perubahan satu angka counter
menunjukkan lukisan satu anak tangga pada pias dan satu jungkitan pada sensor
nilainya akan setara dengan 0,5 mm curah hujan.3
1.3 Penakar Hujan Manual Type Observatorium
Berfungsi       untuk      mengukur     jumlah  curah  hujan.    Alat   ini   dipasang    diatas
tonggak     kayu   yang    dibeton    dengan ketinggian        120    cm          dari
permukaan   tanah       sampai       mulut     corong     penaka r, luas     penampang     corong
yaitu 100 cm2  dengan     kapasitas   menampung    curah
hujan     ±   5   liter,     dan       ditengah        corong     penakar
dipasang   kran.   Jumlah  curah   hujan  yang  tertampung
akan  dituangkan
melalui    kran      dan      ditakar    dengan    gelas ukur yang
berskala sampai dengan 20 mm. Waktu pengamatan :
pengamatan dilakukan jam 07.00 WS dengan membuka
kran    dan    menampung air hujan dalam gelas penakar
kemudian dibaca skala     yang menunjukkan jumlah curah
hujan yang terjadi selama 24 jam.
2. Thermometer Tanah.
Berfungsi untuk   mengukur suhu tanah dengan kedalaman yang berbeda, yaitu :   0
cm (permukaan tanah), 2 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm dan 100 cm. Thermometer
ini menggunakan cairan air raksa dan diletakkan
di tanah yang permukaan tanahnya berumput
pendek, dan tanah gundul. Untuk     thermometer
dengan   kedalaman   0 cm,   2 cm,   5 cm,       10 cm,
dan 20 cm dipasang dengan sudut kemiringan
60º dan dipasang pada penahan besi untuk
memudahkan pembacaan.
Untuk thermometer dengan kedalaman 50 cm
dan 100 cm digunakan thermometer
berselubung/ tabung logam tembaga/kuningan.
Bagian bawah bola thermometer diisi dengan
parafin/lilin, hal ini dimaksudkan untuk
memperlambat perubahan suhu ketika diangkat
saat pengamatan/ pembacaan.
Waktu pengamatan    : pengamatan I, II, III (Jam
07.30, 13.30, 17.30 WIB)
3. Thermometer Minimum Rumput.
Berfungsi untuk mengukur suhu terendah/ minimum
rumput pada suatu periode pengamatan.  Cairan yang
digunakan pada thermometer ini adalah alkohol.
Pada pipa kapiler berisikan indeks (batang kaca kecil).
Thermometer ini dipasang dengan posisi horizontal di
permukaan tanah berumput pendek dan dijepit pada
tempat khusus yang terbuat dari alumunium yang4
bagian atasnya dihalangi semacam atap supaya tidak terkena langsung sinar
matahari.
Prinsip kerja thermometer ini, yaitu jika suhu turun, alkohol akan menyusut    dan
permukaan alkohol akan menarik indeks ke arah skala lebih kecil, sebaliknya jika suhu
naik, permukaan alkohol akan naik sedangkan indeks tetap tertinggal menunjukkan
skala yang terendah yang dicapai suhu udara.
Waktu pengamatan  :  dilakukan pada jam 07.00 WIB.
Setelah dilakukan pengamatan/ pembacaan skala, posisi indeks harus dikembalikan
ke posisi suhu pada waktu itu.
4. Campbell Stokes.
Berfungsi untuk mengukur lamanya penyinaran matahari .   Alat ini berupa bola kaca
masif dengan garis tengah/diameter 10 – 15 cm,   berfungsi sebagai lensa cembung
(konvex) yang dapat mengumpulkan sinar matahari ke
suatu titik api (fokus), dan alat ini dipasang di tempat
terbuka diatas   pondasi beton dengan ketinggian 120
cm dari permukaan tanah. Lamanya penyinaran
matahari dicatat dengan jalan memfokuskan sinar
matahari tepat mengenai kertas pias yang khusus
dibuat untuk alat ini, dan hasilnya    pada pias akan
terlihat bagian yang terbakar, panjang jejak/bekas
bakaran menunjukkan lamanya penyinaran matahari.
Pada kertas pias terdapat skala jam, sehingga dapat
dijumlahkan berapa lamanya matahari bersinar
terang / cerah.      Pias akan    mulai      terbakar      bila
sinar   matahari > 0.3 cal/cm2 atau 209,34 WM2.
Pias Campbell Stokes ada 3  macam, yaitu :
• Pias    lengkung    panjang    dipasang      antara      tanggal      11      Oktober – 28/ 29
Pebruari.
• Pias lengkung pendek dipasang antara  tanggal  11 April – 31 Agustus.
• Pias lurus dipasang antar    tanggal 1 Maret – 10 April dan 1 September – 10
Oktober.
Waktu pengamatan  :  pias dipasang jam 06.00 diangkat jam 18.00 WIB.
5. Aktinograf Bimetal.
Berfungsi   untuk   mengukur    radiasi    matahari
dalam  waktu  satu  hari,  dipasang  pada  tempat
terbuka   diatas  pondasi  beton  setinggi 120 cm.
Alat  ini  dinamakan  bimetal  karena prinsip kerja
alat terdiri dari dua buah lempengan  logam yang
berbeda warna sebagai sensor, yaitu   lempengan
berwarna putih mengkilat dan warna hitam
gelap. Perbedaan selisih nilai pemuaian kedua
lempengan tersebut dipakai sebagai dasar5
Total Radiasi = Luas x Bilangan Tetapan Pias X Konstanta Alat
pengukuran dan perbedaan ini akan mengakibatkan beda pemuaian pada kedua
lempengan tersebut, sehingga menimbulkan gerak pada pena dan akan melukis pada
kertas pias yang dipasang pada silinder jam.   Arah lempeng logam dipasang searah
dengan peredaran matahari yaitu arah Timur – Barat.   Pias dipasang pada jam 07.00
dan diangkat jam 18.00 WIB.  Besarnya total radiasi matahari dapat diketahui dengan
menghitung luas lukisan pada kertas pias dengan menggunakan alat Planimeter.
Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan rumus :
6. Gun Bellani Integrator.
Fungsi alat ini sama dengan alat aktinograf yaitu untuk mengukur total radiasi
matahari selama satu hari sejak matahari terbit hinga terbenam.  Alat ini tidak secara
langsung mengukur radiasi matahari, tetapi melalui suatu proses penguapan zat cair
terlebih dahulu.   Jumlah zat cair yang diuapkan
berbanding lurus dengan total radiasi matahari
yang diterima.
Alat Gun Bellani ini terdiri dari bagian sensor
berbentuk bulat hitam yang berisikan air dan
dihubungkan dengan tabung buret yang
berskala dalam satuan milimeter.
Radiasi yang diterima oleh sensor
mengakibatkan sensor menjadi panas sehingga
zat cair yang ada dalam sensor menguap,
kemudian uap air ini akan mengkondensasi
dibagian bawah tabung buret. Pengamatan
dilakukan dengan membaca jumlah air yang
terkondensasi pada tabung buret, kemudian
alat dibalik sehingga posisi bola hitam berada
dibagian bawah dan air akan masuk ke dalam sensor.    Selanjutnya alat dibalik
kembali, sensor ada dibagian atas dan zat cair tetap berada dalam bola hitam.  Sedikit
Zat cair yang tumpah kedalam
tabung buret    dibaca sebagai
skala awal kemudian alat
diletakkan kembali kedalam
silinder pelindung.    Besarnya
penambahan volume air yang
terkondensasi dapat diketahui
dengan cara, yaitu :
Jumlah pembacaan hari ini
dikurangi dengan skala awal
hari sebelumnya, Waktu pengamatan dilakukan setiap pagi jam 07.00 Wib.6
7. Barometer Air Raksa
Fungsi alat barometer ini untuk mengukur tekanan udara, alat ini dipasang dalam
ruangan yang mempunyai suhu yang sama (homogen) dan harus terhindar      dari
sinar matahari   langsung,     umumnya   letak   bejana   barometer     ± 1 meter diatas
permukaan lantai ruangan, dan ditempatkan/ digantung    pada dinding tembok
ruangan.    Alat barometer ini terdiri dari sebuah tabung kaca yang ujung atasnya
tertutup dan sebagian berisi air raksa, tabung kaca dipasang dalam sebuah tabung
lain dari tembaga dengan mempergunakan sejenis kayu berpori atau gabus. Ujung
bawah terbuka dimasukkan kedalam bejana yang juga berisi air raksa.    Ruangan
diatas kolom air raksa dalam tabung dapat dikatakan hampa,    perbedaan tinggi
antara permukaan atas dan bawah dari zat cair itu adalah tekanan.    Jika tekanan
udara bertambah,  sebagian dari air raksa dalam bejana akan masuk kedalam tabung,
permukaan air raksa dalam tabung naik dan didalam bejana turun, maka perbedaan
tinggi kedua permukaan menjadi lebih besar.

8. Open Pan Evaporimeter
Berfungsi untuk mengukur evaporasi/penguapan pada periode waktu tertentu.   Alat
ini berupa sebuah panci bundar besar terbuat dari besi yang dilapisi  bahan anti karat
dengan garis
tengah/diameter 122
cm dan tinggi 25.4 cm.
Panci ini ditempatkan
diatas tanah berumput
pendek dan tanah
gundul, dimana alat
tersebut diletakkan
diatas pondasi   terbuat
dari kayu yang bagian
atas kayu dicat warna
putih gunanya untuk
mengurangi
penyerapan radiasi.
Tinggi air dari bibir panci ± 5 cm, bila air berkurang harus segera ditambah agar
besarnya penguapan sesuai.
Waktu pengamatan :  pengamatan I, II, III ( Jam  07.30, 13.30, 17.30 WIB).
Penguapan   Panci   Terbuka   pada tanah berumput   pendek     dilengkapi   dengan alat
Hook Gauge, Still Well dan Thermometer Air.  7
Eo = (Po – P1) + CH
Penguapan Panci Terbuka pada tanah gundul dilengkapi dengan alat   Hook Gauge,
Still Well, Thermometer Air, Flaoting Thermometer maksimum/ minimum dan Cup
Counter Anemometer.
Alat pengukur penguapan tersebut diatas dilengkapi dengan :
a. Hook Gauge
Yaitu suatu alat untuk mengukur perubahan
tinggi permukaan air dalam panci, terdiri dari
sebuah batang yang berskala dan sebuah skrup
berada pada batang tersebut yang digunakan
sebagai pengatur, letak ujung alat berupa
pancing sampai tepat menyentuh pada
permukaan air panci.
Besarnya perubahan volume air dapat dihitung
dengan membaca skala milimeter pada batang
mikrometer, dan skala seperseratus milimeter
dibaca dari mur yang mengelilingi batang mikrometer.
Perhitungan dilakukan dengan rumus :
dimana   :   Eo   =  Jumlah air yang dievaporasikan
Po   =  Pembacaan awal dari permukaan air  yang ditunjukkan
oleh mikrometer
P1   =  Pembacaan akhir setelah terjadi evaporasi
CH  =  Curah Hujan
b. Still Well
Berupa bejana yang terbuat dari logam
(kuningan) yang berbentuk silinder dan
mempunyai 3 buah kaki, dimana tiap kaki
terdapat sebuah skrup untuk menyetel/
mengatur kedudukan bejana agar letaknya
horizontal.
Pada dasar bejana terdapat sebuah lubang,
sehingga permukaan air dalam bejana
sama tinggi dengan permukaan air dalam 8
panci. Bejana digunakan selain untuk tempat meletakkan hook gauge, juga membuat
air dalam bejana menjadi tenang dibandingkan dengan air pada panci, sehingga
penyetelan ujung pancing dapat lebih mudah dilakukan.
c. Thermometer Air
Thermometer air ini adalah
thermometer air raksa yang dipasang
tegak lurus dengan menggunakan
klem, letak bola thermometer
dibawah permukaan air, sehingga
suhu air dapat dibaca pada saat
dilakukan pengamatan.
d. Floating Thermometer Maksimum dan Minimum
Digunakan untuk mencatat suhu maksimum dan minimum air yang terjadi selama 24
jam. Pada umumnya alat ini terdiri dari
sebuah pipa gelas yang berbentuk U
dengan dua buah bola pada ujungnya.
Thermometer dipasang pada rangka baja
non magnetis yang terapung sedikit
dibawah permukaan air oleh pelampung
alumunium.
Suhu maksimum ditunjukkan oleh ujung
kanan indeks dalam thermometer atas
dan suhu minimum ditunjukkan oleh
ujung kanan indeks dalam tabung bawah.
Untuk menyetel kedudukan indeks
kembali, setelah suhu dibaca digunakan magnet batang
e. Cup Counter Anemometer.
Berfungsi untuk mengukur kecepatan angin selama periode waktu tertentu. Alat ini
dipasang disebelah selatan dekat pusat
panci, dengan ketinggian 0,5 meter dari
permukaan tanah. Alat ini terdiri dari 3
buah mangkok yang akan berputar
bila tertiup angin, dimana bagian
bawah mangkok terdapat angka counter
yang mencatat perputaran mangkok
tersebut.
Untuk mengetahui kecepatan angin pada periode waktu tertentu dilakukan dengan
mengurangi hasil pembacaan pada angka counter saat pengamatan dengan hasil
pembacaan sebelumnya, kemudian dibagi dengan periode waktu pengamatan. 9
9. Lysimeter
Berfungsi untuk mengukur jumlah evapotranspirasi pada sebidang tanah bervegetasi
secara langsung. Alat ini berupa
sebuah bejana penampang berukuran
1 m x 1 m yang dibagian atasnya
ditanami vegetasi (rumput atau
tanaman lain).
Unsur yang diamati adalah besarnya
penguapan yang berlangsung pada
sebidang tanah yang bervegetasi.
Prinsip kerja alat tersebut diatas adalah
dengan mengukur jumlah air yang
menguap dihitung berdasarkan
persamaan kesetimbangan air, yaitu dengan rumus persamaan :
C + S  =  Pk + P + E
dimana  :  C   =  Curah hujan
S   =  Air siraman
E   =  Evapotranspirasi
Pk =  Air perkolasi
P  = Jumlah air untuk penjenuhan tanah sampai tercapai kapasitas.
Air perkolasi merupakan jumlah air yang terhisap oleh pompa dan diukur dengan
tabung yang berskala. Penyiraman dilakukan sebanyak 10 liter air sesaat setelah
dilakukan penghisapan, sehingga besarnya evapotranspirasi selama 24 jam dapat
diketahui.
Waktu pengamatan : dilakukan pada jam 17.00 WIB.
10. Wind Vane Anemometer
Berfungsi untuk mengukur arah dan
kecepatan angin. Alat ini dipasang pada
pipa besi dengan ketinggian 10 meter,
dimana alat ini terdiri dari sensor dan alat
penunjuk yang dihubungkan melalui
kabel.
Cara kerja alat tersebut diatas, adalah
sebagai berikut :
• Vane (baling‐baling) yang berbentuk
anak panah mempunyai tahanan yang
melingkar merupakan lingkaran,
tahanan tersebut dihubungkan
dengan 3 buah saluran ke alat
penunjuk, pada tiap titik yang satu
sama lain berjarak sama.    Arus rata
dialirkan tahanan tersebut pada 2 titik, dan jika vane berputar maka kedua kotak
tersebut ikut berputar, kumparan penunjuk arah angin dibuat sedemikian rupa
sehingga putaran sama dengan putaran vane.10
• Tahanan pada vane ini dihubungkan dengan 3 buah kawat pada kumparan
penunjuk,  ditengah dipasang sebuah magnit yang
mempunyai jarum penunjuk, dan alat ini
memerlukan arus DC 12 Volt.
• Cup anemometer terdiri dari 3 buah mangkok
yang dipasang simetris pada sumbu vertical,
dimana pada bagian bawah sumbu vertikal
dipasang sebuah generator, dan jika tertiup angin
ketiga mangkok tersebut akan berputar.
Tegangan dari generator sebanding dengan
kecepatan putaran ketiga mangkok, yang
kemudian diteruskan ke jarum penunjuk.
Pengamatan dilakukan dengan cara :
– untuk menentukan kecepatan angin,    dapat dibaca langsung pada alat
penunjuk,   dan   satuan   kecepatan   angin     yaitu   dalam     knot ( 1 knot = 1,8
km/jam).
– untuk menentukan arah angin, yaitu menekan tombol yang ada pada alat
penunjuk dan kemudian membaca jarum penunjuk yang menunjukkan   arah
berapa   derajat.     (Arah angin 90º = arah timur, 180º = arah selatan, 270º   =
arah barat, dan 360º = arah utara).
Waktu pengamatan: pengamatan I, II, III (Jam 07.00,14.00,18.00 WIB).
11. Cup Counter Anemometer.
Berfungsi untuk mengukur kecepatan angin rata-rata selama periode tertentu. Alat ini
terdiri dari 3 buah mangkok yang
akan berputar bila tertiup angin ,
pada bagian bawah mangkok
terdapat angka counter yang
mencatat perputaran mangkok
tersebut, dan alat ini dipasang
diatas tiang pipa besi setinggi (
½ m, 2 m, 10 m) dari
permukaan tanah.
Untuk mengetahui kecepatan
rata-rata angin pada periode waktu tertentu dilakukan dengan mengurangi hasil
pembacaan pada angka counter saat pengamatan dengan hasil pembacaan sebelumnya,
kemudian dibagi dengan periode waktu pengamatan.
Waktu pengamatan : pengamatan I, II, III (Jam 07.00, 14.00, 18.00 WIB).
12. Sangkar Meteorologi
Sangkar meteorologi ini berfungsi sebagai tempat alat-alat pengukur cuaca tertentu,
agar tehindar dari sinar matahari langsung dan pengaruh lingkungan. Sangkar ini
terbuat dari kayu jati yang dicat warna putih, bentuknya segi 4 , dengan setiap dinding
diberi jalusi berlapis dua, dan juga atapnya terbuat dari papan kayu , semua itu
maksudnya agar didalam sangkar ada sirkulasi udara. 11
Ada empat jenis sangkar yang sama, diantaranya tiga sangkar dengan ketinggian
120 cm, dan satu sangkar dengan tinggi 20 cm dari permukaan tanah, yaitu :
¾ Sangkar Meteorologi dengan
ketinggian 120 cm yang
ditempatkan pada
permukaan tanah gundul,
didalamnya terdiri dari alat
(Thermometer bola basah,
bola kering, maksimum, dan
minimum).
¾ Sangkar Meteorologi dengan
ketinggian 120 cm yang
ditempatkan pada
permukaan tanah berumput ,
didalamnya terdiri dari alat (
Thermometer bola basah, bola kering, maksimum, dan minimum)
¾ Sangkar Meteorologi dengan ketinggian 120 cm yang ditempatkan pada
permukaan tanah gundul, didalamnya terdapat alat Kessner Evaporimeter, dan
Piche Evaporimeter) .
¾ Sangkar Meteorologi dengan ketinggian 20 cm yang ditempatkan pada
permukaan tanah gundul, didalamnya terdiri dari alat  (Thermometer bola basah,
bola kering, maksimum, dan minimum).
13. Psychrometer Standard
Psychrometer standard ini ditempatkan didalam sangkar meteorologi dengan
ketinggian berbeda seperti yang tersebut diatas, yaitu terdiri dari : Thermometer
Bola Basah dan Bola Kering.
Themometer bola basah dan bola kering ini berfungsi untuk menentukan kelembaban
udara, suhu udara, dan titik embun embun. Alat ini terdiri dari 2 buah thermometer
air raksa yang dipasang berdampingan secara vertikal. Bola dari salah satu
thermometer dibungkus dengan kain kasa/ muslin yang tergantung pada bejana kecil
berisi air murni, sehingga bola
thermometer selalu basah dan
disebut sebagai bola basah,
sedangkan yang lain tidak
dibungkus disebut sebagai bola
kering.
Suhu udara dapat dibaca pada
thermometer bola kering,
penguapan air dari kain kasa
basah menyebabkan suhu bola basah lebih rendah dari pada suhu bola kering. Dari
hasil pembacaan bola basah dan bola kering akan dapat diketahui kelembaban udara
dan titik embun. Waktu pengamatan : dilakukan sesuai dengan pengamatan AgM 1-a
dan AgM 1-b. 12
14. Thermometer Maksimum.
Berfungsi untuk mengukur suhu udara maksimum. Cairan yang digunakan pada
thermometer maksimum ini adalah air raksa, adanya penyempitan pada pipa kapiler
yang berdekatan dengan reservoir merupakan ciri thermometer maksimum.
Thermometer ini dipasang dengan kemiringan 2º secara horizontal didalam sangkar
meteorologi.
Prinsip kerja thermometer ini,
yaitu jika suhu udara naik ,
maka air raksa dalam bola akan
memuai mendorong cairan air
raksa keluar melalui pipa yang
menyempit, suhu udara terus
naik sampai mencapai nilai
maksimum. Jika suhu udara
turun, cairan air raksa dalam
bola akan menyusut sehingga
alur air raksa dalam pipa kapiler terputus, namun ujung air raksa tetap menunjukkan
nilai skala yang maksimum.
Waktu pengamatan : dilakukan pada jam 18.00 WIB
Setelah dilakukan pengamatan/ pembacaan, posisi air raksa harus dikembalikan ke
posisi suhu pada waktu itu dengan cara diayun sedikit hentakan sebanyak tiga kali.
15. Thermometer Minimum.
Berfungsi untuk mengukur suhu terendah/ minimum pada suatu periode pengamatan.
Cairan yang digunakan pada thermometer ini adalah alkohol. Pada pipa kapiler
berisikan indeks (batang kaca kecil).
Thermometer ini dipasang secara
horizontal didalam sangkar
meteorogi.
Prinsip kerja thermometer ini, yaitu
jika suhu turun, alkohol akan
menyusut dan permukaan alkohol
akan menarik indeks ke arah skala
lebih kecil, sebaliknya jika suhu naik,
permukaan alkohol akan naik sedangkan indeks tetap tertinggal menunjukkan skala
yang terendah yang dicapai suhu udara.
Waktu pengamatan : dilakukan pada jam 14.00 WIB.
Setelah dilakukan pengamatan/ pembacaan skala, posisi indeks harus dikembalikan ke
posisi suhu pada waktu itu.
16. Piche Evaporimeter
Berfungsi untuk mengukur banyaknya penguapan dari permukaan basah (kertas filter).
Alat ini terdiri dari tabung gelas yang berskala 0 sampai 30 cc dengan
pembagian skala 0.1 cc, pada salah satu ujung 13
tabung yang terbuka diberi jepitan logam dan tabung gelas ini diisi air destilasi, antara
tabung gelas dan jepitan logam
disisipkan kertas filter dengan
diameter 3 cm.
Alat piche ini digantung secara
vertical, dan penempatannya
digabung dengan kessner
evaporimeter pada sangkar
meteorologi dengan posisi ujung
tabung yang tertutup kertas filter di
bagian bawah. Setelah kertas filter
basah semua baru dibaca skala sebagai skala awal (misal y). Jika terjadi penguapan,
air dalam tabung akan berkurang sehingga permukaan air dalam tabung akan turun,
pada waktu pengamatan dibaca skala (misal x) maka penguapan ( x – y ) cc. Waktu
pengamatan : pengamatan I, II, III (Jam 0730, 13.30, 17.30).
17. Kessner Evaporigraph.
Yaitu alat untuk mengukur evaporasi/ penguapan
selama 24 jam. Alat ini mencatat sendiri secara terus
menerus penguapan yang terjadi setiap saat, sehingga
dapat diperoleh jumlah penguapan dalam waktu
tertentu, juga dapat diketahui nilai maksimum dan
minimum serta waktu terjadinya.
Alat ini penempatannya digabung dengan Piche
Evaporimeter pada sangkar meteorologi ketinggian 120
cm. Penggantian pias dilakukan setiap jam 07.00 WIB.
18. Lightning Counter.
Berfungsi untuk mencatat frekuensi dan waktu
terjadinya kilat secara otomatis. Alat ini terdiri dari
sensor berupa 4 buah bentangan kawat tembaga yang
masing–masing kawat panjangnya ± 10 meter, dan
dipasang pada 2 buah tiang kayu, kemudian oleh
sebuah kawat dihubungkan ke recorder/pencatat yang
ada dalam ruang observasi.
Alat listrik udara tersebut menggunakan arus DC dari
batterey dan dapat merekam kejadian kilat
sampai radius ± 30 km.
Waktu pengamatan : dilakukan selama 24 jam dan penggantian pias dilakukan setiap
satu minggu. 14
19. Menara Cuaca  (Towering Climatology)
Berfungsi sebagai tempat alat – alat untuk mengukur profil iklim mikro pada
ketinggian 4 m, 7 m, dan 10 m dari permukaan tanah. Pada masing – masing
ketinggian terdapat
sangkar meteorologi
dan cup counter
anemometer.
Dalam masing –
masing sangkar,
juga dilengkapi
dengan alat-alat
yaitu thermometer
bola basah, bola
kering, maksimum,
minimum, dan piche
evaporimeter .
Waktu pengamatan :
dilakukan saat
pengamatan AgM 1-
a dan AgM 1-b.
20. Automatic Weather Station (AWS).
Fungsi alat AWS ini untuk mengukur dan mencatat unsur cuaca secara otomatis.
AWS ini dilengkapi dengan alat sensor , unsur- unsur cuaca akan terdeteksi oleh
sensor dan terekam selama 24 jam, dan unsur-unsur cuaca tersebut akan terekam
setiap 10 menit pada alat Lodger, kemudian data dari Lodger tersebut dipindahkan dan
di edit ke PC
Computer
program AWS.
Data yang sudah
tercatat pada PC
Computer
program AWS
diarsipkan
kemudian
dikirim ke BMG
Jakarta.
Alat ini dapat
mengamati dan
mencatat unsur – unsur cuaca, yaitu Suhu udara, Suhu tanah dengan kedalaman 10 cm
dan 20 cm, Kelembaban udara, Titik embun, Tekanan udara, Arah dan kecepatan
angin, Curah hujan, dan Radiasi matahari. Waktu pengamatan : dilakukan selama 24
jam 15
21. Telemetered Meteorological Observation Station (TMOS).
Fungsi alat TMOS ini untuk mengukur dan mencatat unsur cuaca dan dikirim
langsung secara otomatis ke pusat prakiraan cuaca BMG Jakarta secara real time.
Alat ini dapat mengamati dan mencatat unsur-unsur cuaca, yaitu Suhu udara, Tekanan
udara, Kelembaban udara, Arah dan kecepatan angin, Curah hujan, dan Radiasi
matahari.
Hasil pengamatan yang
tercatat dari alat TMOS ini
kemudian data tersebut
dipancarkan oleh VSAT
(Very Small Apperture
Terminal) melalui Satelit
Palapa B4 ke NCC
(National Control Centre)
di BMG pusat Jakarta
untuk diproses lebih lanjut
pada NPC (National
Processing Centre). Waktu
pengamatan : dilakukan selama 24 jam.

Pengertian Cuaca

Posted: Februari 16, 2012 in Uncategorized

Cuaca adalah istilah yang digunakan untuk menguraikan semua fenomena yang banyak dan berbagai yang bisa terjadi dalam atmosfer planet. Istilah ini biasanya digunakan untuk memaksudkan aktivitas fenomena ini selama periode waktu yang pendek, biasanya tidak lebih dari beberapa hari panjangnya. Rata-rata kondisi atmosfer untuk waktu yang lebih panjang disebut iklim. Penggunaan dua istilah ini selalu dua dan konsep ini jelas berhubungan erat.

Di Bumi, fenomena cuaca yang sering terjadi termasuk angin, awan, hujan, salju, kabut dan badai pasir. Hal lain yang lebih jarang termasuk bencana alam seperti puting beliung, badai dan badai es. Hampir semua fenomena cuaca di Bumi terjadi di Troposfer (bagian bawah atmosfer). Ada juga yang terjadi di stratosfer dan mempengaruhi cuaca di Troposfer, namun mekanismenya masih belum dipahami.

Atmosfer Bumi adalah satu sistem The Earth ‘s atmosphere is one besar chaotic system yang perubahan kecil pada satu bagian bisa mempengaruhi besar dikawasan yang lain. Ini membuat atmosfer sulit untuk menjangkau dengan tepat perubahan cuaca jangka pendek lebih dari beberapa hari awal, meskipun penelitian cuaca terus meningkatkan batas ini melalui sains penelitian cuaca, Meteorologi.

Teori Chaos menjelaskan bahwa ada variabel infiniti yang mampu memberi pengaruh kepada cuaca. Perbedaan kecil pada gerakan apapun molekul di udara mempengaruhi kondisi atmospherik. Perbedaan kecil bisa mempengaruhi troposphere cukup untuk mendorong ke kondisi berbeda sepenuhnya. Dengan itu ia tidak mungkin untuk mengantisipasi dengan tepat.

Mekanisme dasar

Fenomena cuaca dihasilkan akibat dari perbedaan suhu seluruh dunia, yang timbul sebagian besar karena daerah yang lebih dekat ke tropis, di sekitar khatulistiwa, menerima lebih energi dari Matahari dibandingkan bagian utara dan selatan, lebih dekat ke kutub Bumi.

Sebab kedua perbedaan suhu pada Bumi adalah kelainan permukaan tempat (seperti air laut, tanah hutan, dan kepingan es) memiliki kebolehpantulan berbeda (albedo), dan dengan itu menyerap dan menyinarkan penilaian berbeda energi surya yang diterima.

Perbedaan suhu permukaan mengakibatkan arus angin vertikal. Permukaan panas akan memanaskan udara di atasnya, menyebabkan ia mengembang dan naik ke atas, menurunkan tekanan udara dan menarik udara yang lebih dingin ke tempat tersebut. Udara panas yang mengembang dan naik itu akan kehilangan panas dan dingin, yang menyebabkan berkontraksi dan download ke bawah, meningkatkan tekanan udara dan menggantikan udara yang berada di bawahnya.

Arus angin horisontal terbentuk di perbatasan wilayah yang berbeda kepanasan dan bisa menjadi-jadi jika ada permukaan kemiringan. Sistem sederhana ini bisa menimbulkan perilaku yang menghasilkan sistem yang lebih rumit dan demikian semua fenomena cuaca. Contoh skala besar proses ini bisa dilihat di sel Hadley dan bentuk lain peredaran atmosfer. Contoh kecilan pula dalah seperti bayu laut.

Efek Coriolis penting dalam memicu putaran besar asing yang dikenal sebagai siklon.

Jadi penyebab dasar cuaca adalah suhu permukaan, dan bisa juga ketinggian.

Oleh karena sumbu Bumi miring sedikit (tidak berserenjang dengan satah orbitnya), cahaya matahari sampai pada sudut yang berbeda pada waktu yang berbeda dalam setahun. Saat Juni, Belahan utara condong ke arah matahari, jadi pada setiap garis lintang matahari akan jatuh lebih vertikal dibandingkan pada Desember (lihat efek sudut matahari pada iklim). Ini menghasilkan musim. Apapun liukan dalam orbit planet akan mengubah jumlah tenaga yang diterima di suatu tempat sepanjang tahun dam mungkin mempengaruhi pola cuaca jangka panjang. Lihat siklus Milankovitch.

perubahan iklim di indonesia

Posted: Februari 16, 2012 in Uncategorized
PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA
 

Indonesia mempunyai karakteristik khusus, baik dilihat dari posisi, maupun keberadaanya, sehingga mempunyai karakteristik iklim yang spesifik. Di Indonesia terdapat tiga jenis iklim yang mempengaruhi iklim di Indonesia, yaitu iklim musim (muson), iklim tropica (iklim panas), dan iklim laut.

1.  Iklim Musim (Iklim Muson)
Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode tertentu. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan. Iklim musim terdiri dari 2 jenis, yaitu Angin musim barat daya (Muson Barat) dan Angin musim timur laut (Muson Tumur). Angin muson barat bertiup sekitar bulan Oktober hingga April yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Angin muson timur bertiup sekitar bulan April hingga bulan Oktober yang sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau.

2.  Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas)
Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Umumnya wilayah Asia tenggara memiliki iklim tropis, sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis. Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan atau Hujan Naik Tropika.

3.  Iklim Laut
Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah laut mengakibatkan penguapan air laut menjadi udara yang lembab dan curah hujan yang tinggi.

Edvin Aldrian (2003), membagi Indonesia terbagi menjadi 3 (tiga) daerah iklim, yaitu daerah Selatan A, daerah Utara – Barat B dan daerah Moluccan C, sebagai mana dituangkan pada gambar 1.

Gambar 1 : Tiga daerah iklim menggunakan metoda korelasi ganda, yang membagi Indonesia menjadi daerah A (garis tegas), daerah monsun selatan; daerah B (titik garis putus-putus), daerah semi-monsun; dan daerah C (garis putus-putus), daerah anti monsun.

Wilayah Indonesia terletak di daerah tropis yang dilintasi oleh garis Khatulistiwa, sehingga dalam setahun matahari melintasi ekuator sebanyak dua kali. Matahari tepat berada di ekuator setiap tanggal 23 Maret dan 22 September. Sekitar April-September, matahari berada di utara ekuator dan pada Oktober-Maret matahari berada di selatan. Pergeseran posisi matahari setiap tahunnya menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia mempunyai dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pada saat matahari berada di utara ekuator, sebagian wilayah Indonesia mengalami musim kemarau, sedangkan saat matahari ada di selatan, sebagaian besar wilayah Indonesia mengalami musim penghujan.


Unsur iklim yang sering dan menarik untuk dikaji di Indonesia adalah curah hujan, karena tidak semua wilayah Indonesia mempunyai pola hujan yang sama. Diantaranya ada yang mempunyai pola munsonal, ekuatorial dan lokal. Pola hujan tersebut dapat diuraikan berdasarkan pola masing-masing. Distribusi hujan bulanan dengan pola monsun adalah adanya satu kali hujan minimum. Hujan minimum terjadi saat monsun timur sedangkan saat monsun barat terjadi hujan yang berlimpah. Monsun timur terjadi pada bulan Juni, Juli dan Agustus yaitu saat matahari berada di garis balik utara. Oleh karena matahari berada di garis balik utara maka udara di atas benua Asia mengalami pemanasan yang intensif sehingga Asia mengalami tekanan rendah. Berkebalikan dengan kondisi tersebut di belahan selatan tidak mengalami pemanasan intensif sehingga udara di atas benua Australia mengalami tekanan tinggi. Akibat perbedaan tekanan di kedua benua tersebut maka angin bertiup dari tekanan tinggi (Australia) ke tekanan rendah (Asia) yaitu udara bergerak di atas laut yang jaraknya pendek sehingga uap air yang dibawanyapun sedikit.
Dapat diamati bahwa hujan maksimum terjadi antara bulan Desember, Januari dan Februari. Pada kondisi ini matahari berada di garis balik selatan sehingga udara di atas Australia mengalami tekanan rendah sedangkan di Asia mengalami tekanan tinggi. Akibat dari hal ini udara bergerak di atas laut dengan jarak yang cukup jauh sehingga arus udara mampu membawa uap air yang banyak (monsun barat atau barat laut). Akibat dari hal ini wilayah yang dilalui oleh munson barat akan mengalami hujan yang tinggi. Atas dasar sebab terjadinya angin munson barat ataupun timur yang mempengaruhi terbentuknya pola hujan munsonal di beberapa wilayah Indonesia dapat dikatakan wilayah yang terkena relatif tetap selama posisi pergeseran semu matahari juga tetap. Namun, perubahan diperkirakan akan terjadi terhadap jumlah, intensitas dan durasi hujannya. Untuk mempelajari hal ini diperlukan data curah hujan dalam seri yang panjang. Kaimuddin (2000) dengan analisa spasial bahwa curah hujan rata-rata tahunan kebanyakan di daerah selatan adalah berkurang atau menurun sedangkan dibagian Utara adalah bertambah.
Iklim di Indonesia telah menjadi lebih hangat selama abad 20. Suhu rata-rata tahunan telah meningkat sekiitar 0,3 oC sejak 1900 dengan suhu tahun 1990an merupakan dekade terhangat dalam abad ini dan tahun 1998 merupakan tahun terhangat, hampir 1oC di atas rata-rata tahun 1961-1990. Peningkatan kehangatan ini terjadi dalam semua musim di tahun itu. Curah hujan tahunan telah turun sebesar 2 hingga 3 persen di wilayah Indonesia di abad ini dengan pengurangan tertinggi terjadi selama perioda Desember- Febuari, yang merupakan musim terbasah dalam setahun. Curah hujan di beberapa bagian di Indonesia dipengaruhi kuat oleh kejadian El Nino dan kekeringan umumnya telah terjadi selama kejadian El Nino terakhir dalam tahun 1082/1983, 1986/1987 dan 1997/1998.
                              
Gambar 2. Perubahan suhu rata-rata tahunan 1901-1998 (atas) dan curah hujan tahunan 1901-1998 (bawah) untuk Indinesia. Perubahan-perubahan terhadap nilai iklim rata-rata 1961-1990 untuk suhu dan curah hujan masing-masing adalah 25,5oC dan 2548mm

Beberapa kajian untuk wilayah Indonesia telah dilakukan berdasarkan observasi, model global dan skenario dengan adanya perubahan curah hujan dan suhu di berbagai lokasi, diantaranya untuk Kota Jakarta.
Dari rata-rata bulanan terdapat tren kenaikan di lokasi Jakarta dari tahun 1900 hingga tahun 2000 antara observasi dan model (gambar 3). Dengan pengertian cenderung mengalami kenaikan 8% (CGCM) dan 2% (CSIRO). Periode 1900-2000 nampak jelas terjadi kenaikan temperatur, hal ini ditunjukkan dengan tren perubahan bertanda positif.

Hasil yang berbeda pada perubahan musim atas Indonesia yang diungkapkan oleh dua model yang berbeda, Hadcm3 (Hadley Pusat Iklim, UK) dan GISS-ER (Goddard Institut untuk Space/ Studies, NASA- AS) (Wenhong Li, 2006 dalam Canadell et al., 2006) gambar 4. Dari hasil Syahbuddin dkk (2007) dengan menggunakan model ARPEGE (Action de Recherche Petite Echelle Grande Echelle) Climat versi 3.0. berdasarkan simulasi zonasi curah hujan untuk periode 1950-1979 dan periode 2010-2039. diperkirakan akan terjadi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia pada tahun 2010-2039 yang ditandai dengan anomali positif zona konveksi dan peningkatan temperatur seperti yang tercantum pada gambar 5 dibawah ini.
 
Gambar 3 : Tren kenaikan suhu udara rata-rata Jakarta tahun 1900-2000 (Observasi dan model).
Gambar 4: Perubahan pola musim di Indonesia.

Gambar 5 : Zonasi wilayah hujan bulan April-September periode (a) 1950-1979, (b)2010-2039

 

 

atmosfer

Posted: Februari 16, 2012 in Uncategorized

ATMOSFER BUMI
A. Pengertian Atmosfer Bumi
Bumi merupakan salah satu planet yang ada di tata surya yang memiliki
selubung yang berlapis-lapis. Selubung bumi tersebut berupa lapisan udara
yang sering disebut dengan atmosfer. Atmosfer terdiri atas bermacam-macam
unsur gas dan di dalamnya terjadi proses pembentukan dan perubahan cuaca
dan iklim. Atmosfer melindungi manusia dari sinar matahari yang berlebihan
dan meteor-meteor yang ada. Adanya atmosfer bumi memperkecil perbedaan
temperatur siang dan malam. Gejala yang terjadi di atmosfer sangat banyak
dan beragam. Pada lapisan bawah angin berhembus, angin terbentuk, hujan
dan salju jatuh, dan terjadilah musim panas dan musim dingin. Semua ini
merupakan gejala yang lazim terjadi yang sering disebut cuaca.
Atmosfer bumi merupakan selubung gas yang menyelimuti permukaan
padat dan cair pada bumi. Selubung ini membentang ke atas sejauh beratusratus kilometer, dan akhirnya bertemu dengan medium antar planet yang
berkerapatan rendah dalam sistem tata surya. Atmosfer terdapat dari
ketinggian 0 km di atas permukaan tanah sampai dengan sekitar 560 km dari
atas permukaan bumi.
B. Lapisan Atmosfer Bumi
1. Troposfer
Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu pada
ketinggian 0 – 18 km di atas permukaan bumi. Tebal lapisan troposfer ratarata ± 10 km. Di daerah khatulistiwa, ketinggian lapisan troposfer sekitar
16 km dengan temperatur rata-rata 80°C. Daerah sedang ketinggian
lapisan troposfer sekitar 11 km dengan temperatur rata-rata 54°C,
sedangkan di daerah kutub ketinggiannya sekitar 8 km dengan temperatur
rata-rata 46°C. Lapisan troposfer ini pengaruhnya sangat besar sekali
terhadap kehidupan mahkluk hidup di muka bumi. Lapisan ini selain
terjadi peristiwa-peristiwa seperti cuaca dan iklim, juga terdapat kira-kira 80% dari seluruh massa gas yang terkandung dalam atmosfer terdapat
pada lapisan ini. Ciri khas yang terjadi pada lapisan troposfer adalah suhu
(temperatur) udara menurun sesuai dengan perubahan ketinggian, yaitu
setiap naik 100 meter dari permukaan bumi, suhu (temperatur) udara
menurun sebesar ± 0,5°C. Lapisan troposfer paling atas, yaitu tropopause
yang menjadi batas antara troposfer dan stratosfer. Suhu (temperatur)
udara di lapisan ini relatif konstan atau tetap, walaupan ada pertambahan
ketinggian, yaitu berkisar antara -55°C sampai -60°C. Ketebalan lapisan
tropopause ± 2 km.
Pada lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang
mendadak, angin, tekanan dan kelembaban udara yang kita rasakan seharihari terjadi.
Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari
troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari
dan menyalurkan panasnya ke udara. Pada troposfer ini terdapat gas-gas
rumah kaca yang menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global.
Troposfer terdiri atas:
a. Lapisan planetair : 0-1 km
b. Lapisan konveksi : 1-8 km
c. Lapisan tropopause : 8-12 km.
Tropopause merupakan lapisan pembatas antara lapisan troposfer dengan
stratosfer yang temperatunya relatif konstan. Pada lapisan tropopause
kegiatan udara secara vertikal terhenti.
2. Stratosfer
Lapisan kedua dari atmosfer adalah stratosfer. Stratosfer terletak pada
ketinggian antara 18 – 49 km dari permukaan bumi. Lapisan ini ditandai
dengan adanya proses inversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi
seiring dengan kenaikan ketinggian dari permukaan bumi. Kenaikan suhu
udara berdasarkan ketinggian mulai terhenti, yaitu pada puncak lapisan
stratosfer yang disebut stratopause dengan suhu udara sekitar 0°C. Stratopause adalah lapisan batas antara stratosfer dengan mesosfer.
Lapisan ini terletak pada ketinggian sekitar 50 – 60 km dari permukaan
bumi. Stratosfer terdiri atas tiga lapisan yaitu, lapisan isotermis, lapisan
panas dan lapisan campuran teratas.
Umumnya suhu (temperatur) udara pada lapisan stratosfer sampai
ketinggian 20 km tetap. Lapisan ini disebut dengan lapisan isotermis.
Lapisan isotermis merupakan lapisan paling bawah dari stratosfer. Setelah
lapisan isotermis, berikutnya terjadi peningkatan suhu (temperatur) hingga
ketinggian ± 45 km. Kenaikan temperatur pada lapisan ini disebabkan oleh
adanya lapisan ozon yang menyerap sinar ultra violet yang dipancarkan
sinar matahari. lapisan stratosfer ini tidak ada lagi uap air, awan ataupun
debu atmosfer, dan biasanya pesawat-pesawat yang menggunakan mesin
jet terbang pada lapisan ini. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari
gangguan cuaca.
Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari
ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah
relatif stabil dan sangat dingin yaitu – 70°F atau sekitar – 57°C. Pada
lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang
tertentu. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling
bawah, namun tidak ada pola cuaca yang cukup signifikan.
Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi
semakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan
konsentrasi ozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar
ultra ungu. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18°C pada
ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer
dengan lapisan berikutnya.
Ozon adalah hasil reaksi antara oksigen dengan sinar ultraviolet dari
matahari. Ozon di udara berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet dari
matahari pada tingkat yang aman untuk kesehatan. Ozon berwarna biru
pucat yang terbentuk dari tiga atom oksigen (O
3
). Ozon adalah gas yang tidak berwarna dan dapat ditemukan di lapisan stratosfer yaitu lapisan
awan yang terletak antara 15 hingga 35 km dari permukaan bumi.
Lapisan ozon sangat penting karena ozon menyerap radiasi ultra violet
(UV) dari matahari untuk melindungi radiasi yang tinggi sampai ke
permukaan bumi. Radiasi dalam bentuk UV spektrum mempunyai jarak
gelombang yang lebih pendek daripada cahaya. Radiasi UV dengan jarak
gelombang adalah di antara 280 hingga 315 nanometer yang dikenali UVB dan ia merusak hampir semua kehidupan. Adanya penyerapan radiasi
UV-B sebelum sinar UV sampai ke permukaan bumi, lapisan ozon
melindungi bumi dari efek radiasi yang merusak kehidupan.
3. Mesosfer
Mesosfer adalah lapisan udara ketiga, di mana suhu atmosfer akan
berkurang dengan pertambahan ketinggian hingga ke lapisan keempat.
Mesosfer terletak pada ketinggian antara 49 – 82 km dari permukaan bumi.
Lapisan ini merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor atau
benda-benda angkasa luar lainnya. Udara yang terdapat di sini akan
mengakibatkan pergeseran berlaku dengan objek yang datang dari angkasa
dan menghasilkan suhu yang tinggi. Kebanyakan meteor yang sampai ke
bumi biasanya terbakar di lapisan ini.
Lapisan mesosfer ini ditandai dengan penurunan suhu (temperatur)
udara, rata-rata 0,4°C per seratus meter. Penurunan suhu (temperatur)
udara ini disebabkan karena mesosfer memiliki kesetimbangan radioaktif
yang negatif. Temperatur terendah di mesosfer kurang dari -81°C. Bahkan
di puncak mesosfer yang disebut mesopause, yaitu lapisan batas antara
mesosfer dengan lapisan termosfer temperaturnya diperkirakan mencapai
sekitar -100°C.
4. Termosfer
Termosfer adalah lapisan udara keempat, peralihan dari mesosfer ke
termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 82 km. Termosfer terletak pada
ketinggian antara 82 – 800 km dari permukaan bumi. Lapisan termosfer ini disebut juga lapisan ionosfer. Lapisan ini merupakan tempat terjadinya
ionisasi partikel-partikel yang dapat memberikan efek pada
perambatan/refleksi gelombang radio, baik gelombang panjang maupun
pendek. Disebut dengan termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang
cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 19820°C. Perubahan ini terjadi
karena serapan radiasi sinar ultra ungu.
Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan
bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat
memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini
berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh.
5. Eksosfer
Eksosfer adalah lapisan udara kelima, eksosfer terletak pada ketinggian
antara 800 – 1000 km dari permukaan bumi. Pada lapisan ini merupakan
tempat terjadinya gerakan atom-atom secara tidak beraturan. Lapisan ini
merupakan lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan
atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi. Lapisan ini
sering disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner. Lapisan ini
sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor
dari angkasa luar.
Gambar. Lapisan atmosfer bumi Gambar. Lapisan atmosfer bumi dengan ketinggian masing-masing
C. Komposisi Udara pada Atmosfer Bumi
Atmosfer mengandung campuran gas-gas yang lebih terkenal dengan
nama udara dan menutupi seluruh permukaan bumi. Campuran gas-gas ini
menyatakan komposisi dari atmosfer bumi. Bagian bawah dari atmosfer bumi
dibatasi oleh daratan, samudera, sungai, danau, es, dan permukaan salju. Gas
pembentuk atmosfer disebut udara. Udara adalah campuran berbagai unsur
dan senyawa kimia sehingga udara menjadi beragam. Keberagaman terjadi
biasanya karena kandungan uap air dan susunan masing-masing bagian dari
sisa udara (disebut udara kering). Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen
(78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida
(variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Tabel. Gas-gas penyusun atmosfer bumi
Nitrogen bereaksi lambat, tetapi merupakan bagian penting dari kehidupan
sehingga keseimbangan nitrogen di udara, di laut dan di dalam bumi sangat
dipengaruhi oleh makhluk hidup. Karbondioksida yang berlimpah dari sinar
matahari membuat karbohidrat dengan hasil sampingan oksigen (fotosintesis).
Oksigen terakumulasi di udara kemudian berkembang makhluk yang
membutuhkan oksigen.
Gas nitrogen merupakan gas yang paling banyak terdapat dalam lapisan
udara atau atmosfer bumi. Salah satu sumbernya yaitu berasal dari
pembakaran sisa-sisa pertanian dan akibat letusan gunung api. Gas lain yang
cukup banyak dalam lapisan udara atau atmosfer adalah oksigen. Oksigen
antara lain berasal dari hasil proses fotosintesis pada tumbuhan yang berdaun
hijau. Dalam proses fotosintesis, tumbuhan menyerap gas karbondioksida dari
udara dan mengeluarkan oksigen. Gas karbondioksida secara alami besaral
dari pernapasan mahkluk hidup, yaitu hewan dan manusia. Serta secara buatan
gas karbondioksida berasal dari asap pembakaran industri, asap kendaraan
bermotor, kebakaran hutan, dan lain-lain.
Selain keempat gas tersebut di atas ada beberapa gas lain yang terdapat di
dalam atmosfer, yaitu di antaranya ozon. Walaupun ozon ini jumlahnya sangat
sedikit namun sangat berguna bagi kehidupan di bumi, karena ozon yang
dapat menyerap sinar ultra violet yang dipancarkan sinar matahari sehingga
jumlahnya sudah sangat berkurang ketika sampai di permukaan bumi. Apabila
radiasi ultra violet ini tidak terserap oleh ozon, maka akan menimbulkan malapetaka bagi kehidupan mahkluk hidup yang ada di bumi. Radiasi ini di
antaranya dapat membakar kulit mahkluk hidup, memecahkan kulit pembuluh
darah, dan menimbulkan penyakit kanker kulit.
Selain unsur pembentuk yang berupa gas, udara juga mengandung partikel
padat dan cair, yang kebanyakan begitu kecilnya sehingga gerakan udara dapat
mengimbangi kecenderungan partikel tersebut jatuh ke tanah. Partikel itu
dapat berasal dari debu yang terangkat oleh angin, partikel garam laut, ataupun
hasil pembakaran dan pengolahan dalam industri.
Berdasarkan pengalaman sehari-hari kita mengetahui bahwa suhu udara
berubah-ubah dari waktu ke waktu; pagi yang sejuk diikuti oleh sore hari yang
panas, dan musim dingin yang dingin diikuti musim panas yang pana dalam
suatu daur yang tetap. Suhu menjadi beragam dari tempat ke tempat pada
waktu yang sama. Pada wilayah yang lintang rendah lebih panas daripada
wilayah pada lintang yang lebih tinggi dan daerah yang rendah lebih panas
daripada pegunungan tinggi. Bumi secara keseluruhan selama setahun penuh,
suhu rata-rata di dekat tanah pada muka laut (suhu permukaan) adalah 15°C
(288°K, 59°F). Rata-rata keseluruhan sepanjang tahun turun menurut
ketinggian. Namun, kira-kira di atas 12 km (40.000 kaki) penurunan suhu
berhenti.
Lapisan atmosfer dengan suhu yang rata-rata berkurang menurut
kentinggian, disebut troposfer, lapisan diatasnya denagn suhu tetap atau
meningkat disebut stratosfer. Pada permukaan diantara troposfer dan stratosfer
(kadang-kadang berupa lapisan peralihan) disebut tropopause. Daerah dimana
cuaca terjadi adalah bagian terbawah atmosfer, yang disebut troposfer (daerah
inilah yang menjadi perhatian bagi para ahli meteorologi). Troposfer memiliki
sifat penting, yaitu bahwa secara umum temperatur berkurang terhadap
ketinggian. Diatas troposfer adalah stratosfer yang dicirikan oleh
bertambahnya temperatur terhadap ketinggian. Diskontinuitas yang
membedakan troposfer dengan stratosfer adalah lapisan tropopause.
Pada troposfer campuran gas-gas terdiri dari 78% nitrogen dan 21%
oksigen (prosen dalam volume). Sisanya sebesar 1% adalah campuran gas yang terdiri dari argon, karbondioksida, dan gas-gas lainnya. Campuran gasgas tanpa uap-air disebut sebagai udara kering, dan campuran gas-gas tanpa
terkecuali disebut sebagai udara lembab.
D. Fungsi Atmosfer Bumi
Setiap kali menghirup udara, manusia diingatkan bahwa tidak dapat hidup
tanpa udara. Udara bersih adalah kebutuhan fisik manusia yang merupakan
hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan. Atmosfer membuat
suhu bumi sesuai untuk kehidupan manusia. Adanya efek rumah kaca di
atmosfer, sinar matahari yang masuk ke bumi dapat diserap dan
menghangatkan udara. Suhu rata-rata di permukaan bumi naik 33°C lebih
tinggi menjadi 15°C dari seandainya tidak ada efek rumah kaca (-18°C), suhu
yang terlalu dingin bagi kehidupan mnusia. Efek rumah kaca disebabkan oleh
gas-gas rumah kaca.
Atmosfer berguna untuk melindungi makhluk hidup yang yang ada di
muka bumi karena membantu menjaga stabilitas suhu udara siang dan malam,
menyerap radiasi dan sinar ultraviolet yang sangat berbahaya bagi manusia
dan makhluk bumi lainnya. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin
membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270°C di bawah nol. Selain
atmosfer, sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan
medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya
yang mengancam planet ini. Radiasi yang terus-menerus dipancarkan oleh
matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup.
Apabila sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut
jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan
menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.
Bumi memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya
kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan
keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk
lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari
pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet
berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius
tetapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi.
Bahkan Venus, planet kembar Bumi, tidak memiliki medan magnet. Lapisan
pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya
ada pada Bumi.
E. Sifat Atmosfer Bumi
1. Merupakan selimut gas tebal yang secara menyeluruh menutupi bumi
sampai ketinggian 560 km dari permukaan bumi.
2. Atmosfer bumi tidak mempunyai batas mendadak, tetapi menipis lambat
laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer
dan angkasa luar.
3. Tidak berwarna, tidak berbau, tidak dapat dirasakan, tidak dapat diraba
(kecuali bergerak sebagai angin).
4. Mudah bergerak, dapat ditekan, dapat berkembang.
5. Mempunyai berat (56 x 1014 ton) dan dapat memberikan tekanan. 99%
dari beratnya berada sampai ketinggian 30 km, dan separuhnya berada di
bawah 6000 m.
6. Memberikan tahanan jika suatu benda melewatinya berupa panas akibat
pergesekan (misalnya meteor hancur sebelum mencapai permukaan
bumi).Sangat penting untuk kehidupan dan sebagai media untuk proses
cuaca. Sebagai selimut yang melindungi bumi terhadap tenaga penuh dari
matahari pada waktu siang, menghalangi hilangnya panas pada waktu
malam. Tanpa atmosfer suhu bumi pada siang hari 93,3°C dan pada
malam hari -148,9°C.
F. Cuaca dan Iklim
Cuaca dan iklim merupakan gejala alamiah yang sangattpenting bagi
kehidupan manusia, dengan mengetahui pola cuaca dan iklim seperti periode
musim hujan dan kemarau, maka para petani dapat menentukan musim tanam
yang tepat agar produksi pertaniannya baik. Selain itu, kondisi cuaca dan iklim seperti arah dan kecepatan angin sangat diperlukan bagi para nelayan
untuk menentukan saat-saat yang tepat pergi ke laut mencari ikan serta masih
banyak sektor-sektor kehidupan yang berkaitan dengan kondisi cuaca dan
iklim. Cuaca dan iklim merupakan akibat dari proses-proses yang terjadi di
atmosfer yang menyelubungi bumi.
Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu
yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca terbentuk dari
gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja.
Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbedabeda untuk setiap tempat serta setiap jam.
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang
penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama dan meliputi wilayah
yang luas. Iklim dapat terbentuk karena adanya:
1. Rotasi dan revolusi bumi sehingga terjadi pergeseran semu harian
matahari dan tahunan.
2. Perbedaan lintang geografi dan lingkungan fisis.
Ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut Klimatologi, sedangkan ilmu
yang mempelajari tentang keadaan cuaca disebut Meteorologi. Ada beberapa
unsur yang mempengaruhi keadaan cuaca dan iklim suatu daerah atau
wilayah, yaitu: suhu atau temperatur udara, tekanan udara, angin, kelembaban
udara dan curah hujan.

HARDWARE,SOFTWARE DAN BRAINWARE

Posted: Februari 16, 2012 in Uncategorized

PENGERTIAN HARDWARE,SOFTWARE DAN BRAINWARE
PENGERTIAN DASAR

Secara prinsip, komputer hanyalah merupakan sebuah alat; Alat yang bisa digunakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Untuk bisa bekerja, alat tersebut memerlukan adanya program dan manusia. Pengertian manusia kemudian dikenal dengan istilah brainware (perangkat manusia).

Didalam suatu unit komputer terdapat beberapa elemen dasar komputer yaitu:

CPU/Casing(central procasing unit)
Monitor(layer)
Keyboard
Mouse
Disket dsb
Hardware dapat bekerja berdasarkan perintah yang telah ditentukan ada padanya, atau yang juga disebut dengan istilah instruction set. Dengan adanya perintah yang dapat dimengerti oleh hardware tersebut, maka hardware tersebut dapat melakukan berbagai kegiatan yang telah ditentukan oleh pemberi perintah.

Input Device, adalah perangkat-perangkat keras komputer yang berfungsi untuk memasukan data ke dalam memori computer, seperti keyboard, mouse, joystick dan lain-lain.
Prosesor, adalah perangkat utama computer yang mengelola seluruh aktifitas computer itu sendiri. Prosesor terdiri dari dua bagian utama yaitu:
Control Unit(CU), merupakan komponen utama prosesor yang mengontrol semua perangkat yang terpasang pada komputer, mulai dari input device sampai output device.
Arithmetic Logic Unit(ALU), merupakan bagian dari prosesor yang khusus mengolah data aritmatika(menambah, mengurang dll) serta data logika(perbandingan).
Memori adalah media penyimpan data pada komputer.
Memori terbagi atas dua macam, yaitu:

Read Only Memory(ROM), yaitu memori yang hanya bisa dibaca saja, tidak dapat dirubah dan dihapus dan sudah diisi oleh pabrik pembuat komputer. Isi ROM diperlukan pada saat komputer dihidupkan. Perintah yang ada pada ROM sebagian akan dipinndahkan ke RAM. Printah yang ada di ROM antara lain adalah perintah untuk membaca sistem operasi dari disk, perintah untuk mencek semua peralatan yang ada di unit sistem dan perintah untuk menampilkan pesan dilayar. Isi ROM tidak akan hilang meskipun tidak aliran listrik. Tapi pada saat sekarang ini ROM telah mengalami perkembangan dan banyak macamnya, diantaranya:
– PROM (Programable ROM), yaitu ROM yang bisa kita program kembali dengan catatan hanya boleh satu kali perubahan setelah itu tidak dapat lagi diperogram.

– RPROM (Re-Progamable ROM), merupakan perkembangan dari versi PROM diman kita dapat melakukan perubahan berulang kali sesuai dengan yang diinginkan.

– EPROM (Erasable Program ROM), merupakan ROM yang dapat kita hapus dan program kembali, tapi cara penghapusannya menggunakan sinar ultraviolet.

– EEPROM (Electrically Erasable Program ROM), perkembangan mutakhir dari ROM diman kita dapat mengubah dan menghapus program ROM dengan menggunakan teknik elektrik. EEPROM ini merupakn jenis yang paling banyak digunakan saat ini.

Random Access Memory (RAM), dari namanya kita dapat artiakan bahwa RAM adalah memori yang dapat diakses secara random. RAM berfungsi untuk menyimpan program yang kita olah untuk sementara waktu (power on) jika komputer kita matikan, maka seluruh data yang tersimpan dalam RAM akan hilang. Tujuan dari RAM ini adalah mempercepat pemroses data pada komputer. Agar data yang kita buat tidak dapat hilang pada saat komputer dimatikan, maka diperlukan media penyimpanan eksternal, seperti disket, hard disk, flash disk, PCMCIA card dan lain-lain.
Output Device, adalah perangkat komputer yang berguna untuk menghasillkan keluaran, apakah itu ke kertas (hardcopy), ke layar monitor (softcopy) atau keluaran berupa suara. Contohnya printer,speaker,plotter.monitor dan banyak yang lainnya. Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa prinsip kerja komputer tersebut diawali memasukan data dari perangkat input lalu data tersebut diolah sedemikian rupa oleh CPU sesuai yang kita inginkan dan data yang telah diolah tadi disimpan dalam memori komputer atau disk. Data yang disimpan dapat kita lihat hasilnya melalui perangkat keluaran.

Komponen-Komponen Komputer

Komputer terdiri dari tiga komponen utama yang tidak dapat dipisahkan yaitu;

Hardware (perangkat keras), Merupakan peralatan fisik dari komputer yang dapat kita lihat dan rasakan. Hardware ini terdiri dari;

Input/Output Device (I/O Device) terdiri dari perangkat masukan dan keluaran, seperti keybord dan printer.
Storage Device (perangkat penyimpanan) mmarepakan media untuk menyimpan data seperti disket, hard disk, CD-I, flash disk dll.
Monitor/Screen Monitor merupakan sarana untuk menampilkan apa yang kita ketikkan pada papan keyboard setelah diolah oleh prosesor. Monitor disebut juga dengan Visual Display Unit (VDO).
Cassing Unit adalah tempat dari semua peralatan komputer, baik itu mother board, card, peripheral lain dan Central Procesing Unit (CPU). Cesing Unit ini disebut juga dengan System Unit.
Central Processing Unit (CPU) adalah salah satu bagian komputer yang paling penting, karena jenis prosesor menentukan pula jenis komputer. Baik tidaknya suatu komputer, jenis komputer, harga komputer, ditentukan terutama oleh jenis prosesornya. Semakin canggiah prosesor komputer, maka kemampuannya akan semakin baik dan biasanya harganya akan semakin mahal.
Software (perangkat lunak0, merupakan program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Program tersebut ditulis dengan bahasa khusus yang imengerti oleh komputer. Software terdiri dari beberapa jenis, yaitu;

Sistem Operasi, seperti DOS, Unix, Linux, Novell.OS/2,Windows, adalah software yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh perangkat yang terpasang pada komputer sehingga masing-masingnya dapat saling berkomunikasi. Tanpa ada sistem operasi maka komputer tak dapat difungsikan sama sekali.
Program Utility, seperti Norton Utility, Scandisk, PC Tools, dll. Program utility barfungsi untuk membantu atau mengisi kekurangan/kelemahan dari system operasi, misalnya PC Tools dapat melakukan perintaah format sebagaimana DOS, tapi PC Tools mampu memberikan keterangan dan animasi yang bagus dalam proses pemformatan. File yang telah di hapus oleh DOS tidak dapat dikembalikan lagi tapi dengan program bantu hal ini dapat dilakukan.
Program Aplikasi, seperti GL,MYOB,Payroll dll. Merupakan program yang khusus melakukan suatu pekerjaan tertentu, seperti program gaji pada suatu perusahaan. Maka program ini hanya digunakan oleh bagian keuangan saja tidak dapat digunakan oleh departemen yang lain. Biasanya program aplikasi ini dibuat oleh seorang programmer komputer sesuai dengan permintaan/kebutuhan seseorang/lembaga/perusahaan guna keperluan interennya.
Program Paket, seperti Microsoft office, Adobe fotoshop, macromedia studio, open office dll Adalah program yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh banyak orang dengan berbagai kepentingan. Seperti MS-office, dapat digunakan oleh departemen keuangan untuk membuat nota, atau bagian adminstrasi untuk membuat surat penawaran dan lain sebagainya.
Bahasa Pemrograman, PHP, ASP, dBase, Visual Basic dll. Merupakan software yang khusus digunakan untuk membuat program komputer, apakah itu sistem operasi, program paket dll.
Bahasa pemograman ini biasanya dibagi atas 3 tingkatan yaitu;

Low Level Language, bahasa pemrograman generasi pertama, bahasa pemrograman jenis ini sangat sulit dimengerti karena instruksinya menggunakan bahasa mesin. Biasanya yang mengerti hanyalah pembuatnya saja.
Midle Level Language, merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah dimana penggunaan instruksi sudah mendekati bahasa sehari-hari, walaupun begitu masih sulit untuk dimengerti karena banyak menggunakaan singkatan-singkatan seperti STO artinya simpan (singkatan dari STORE) dan MOV artinya pindah (singkatan dari MOVE). Yang tergolong dalam bahasa ini adalah Assembler, For Tran (Formula Translator).
High Level Language, merupakan bahasa tingkat tinggi yang mempunyai ciri mudah dimengerti, karena menggunakan bahasa sehari-hari, seperti BASIC, dBase, Visual Basic, VB. Net dan lain-lain.
Brainware (User)

User adalah personal-personal yang terlibat langsung dalam pemakaian komputer, seperti System analis, programmer, operator, user dll. Pada organisasi yang cukup besar, masalah komputerisasi biasanya ditangani oleh bagian khusus yang dikenal dengan bagian EDP (Electronick Data Processing), atau sering disebut dengan EDP Departemen, yang dikepalai oleh seorang Manager EDP.

Nama lain dari software disebut juga dengan perangkat lunak. Seperti nama lainnya itu, yaitu perangkat lunak, sifatnyapun berbeda dengan hardware atau perangkat keras, jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat dilihat dan disentuh oleh manusia, maka software atau perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda tapi kita bisa mengoperasikannya.

Pengertian software adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Melalui software atau perangkat lunak inilah suatu komputer.

Pengertian dari hardware atau dalam bahasa indonesianya disebut juga dengan nama perangkat keras adalah salah satu komponen dari sebuah komputer yang sifat dan alatnya bisa dilihat dan diraba oleh manusia secara langsung atau yang berbentuk nyata, yang berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi.

MACAM-MACAM SOFTWARE GRAFIS

Jumlah SOFTWARE dalam dunia grafis jumlahnya banyak sekali, diantara itu, ada 2 SOFTWARE yang sangat familiar dengan masyarakat, yaitu Corel Draw Photoshop. Kami memilih ke dua software tersebut karena memiliki keunggulan tampilan sendiri-sendiri yang unik dan menarik.

CorelDraw diciptakan oleh Corel Corporation merupakan program yang berbasis vector, salah satu ciri program berbasis vector/garis adalah objek yang dihasilkan akan relative sama saat dibesarkan walau mengalami pembesaran sampai dengan berapapun ukurannya. CorelDraw sangat unggul dalam mengolah gambar yang akan dijadikan logo, symbol dll.

Adobe Photoshop adalah SOFTWARE pengolah gambar/foto yang sangat lengkap dengan segala fasilitasnya. SOFTWARE ini merupakan program yang berbasis bitmap, dimana bitmap merupakan sekumpulan titik dengan tingkat kerapatan tertentu. Yang kemudian kita kenal dengan istilah pixel. Saat ini Adobe telah mengeluarkan Adobe Photoshop CS3 yang lebih lengkap dari segi fitur-fiturnya.

Hello world!

Posted: Februari 15, 2012 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.