Alat pengukur cuaca dan iklim

Posted: Februari 20, 2012 in Uncategorized

Mengenal Nama dan Fungsi Alat‐alat Pemantau Cuaca dan Iklim

Pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat rentan terhadap perubahan iklim
yang berdampak pada produktivitas tanaman dan pendapatan petani. Menyikapi
terhadap situasi perubahan cuaca dan iklim yang sekarang terjadi, perlu kiranya kita
mengenal dan memahami beberapa nama alat yang berfungsi sebagai alat deteksi unsur‐
unsur cuaca dan iklim. Iklim adalah sintesis, kesimpulan atau statistik cuaca jangka
panjang. Menurut Organisasi Meteorologi Sedunia (World Meteorogical
Organization/WMO) waktu yang ideal untuk pengumpulan data iklim dari data cuaca
adalah 30 tahun atau lebih. Cuaca adalah kondisi sesaat dari fisika amosfer. Jadi, unsur‐
unsur iklim dan cuaca adalah sama. Unsur‐unsur iklim dan satuannya adalah sebagai
berikut:
1. Radiasi surya meliputi:
• intensitas radiasi (kal/cm2/menit , W/m
2
)
• intensitas cahaya/PAR (foot candle, lux, lumen)
• lama penyinaran (jam/hari, %)
• panjang hari (jam/hari).
2. Suhu udara dan suhu tanah (°C) : maksimum, minimum dan rata‐rata.
3. Kelembapan udara nisbi (%) : maksimum, minimum, rata‐rata.
4. Tekanan udara (mb) : maksimum, minimum, rata‐rata.
5. Angin :
• kecepatan angin (knot atau mil laut/jam, km/jam, m/detik)
• arah angin (derajat arah)
6. Presipitasi :
• curah hujan (mm)
• hari hujan (hari)
• salju (mm)
• embun (mm)
7. Penguapan (mm) :
• Evaporasi permukaan air (Eo)
• Evapotranspirasi (ET)
• Evapotranspirasi Potensial (ETP)
Di antara unsur iklim tersebut, tekanan udara dan arah angin kurang erat hubungannya
dengan tanaman. Berikut nama dan fungsi alat deteksi unsur‐unsur cuaca dan iklim  2
1. Penakar Hujan
1.1 Penakar Hujan Otomatis Type Hellmann
Alat ini berfungsi untuk   mengukur intensitas, jumlah, dan waktu terjadinya hujan,
dipasang dengan ketinggian 120 cm dari permukaan tanah sampai ke corong penakar
dan luas penampang   corong 200 cm2.   Pada   alat   ini terdapat sebuah silinder   jam
sebagai  tempat  pemasangan  pias,  sehingga   akan   dapat    diketahui   curah hujan
maksimum dan minimum serta waktu
terjadinya. Prinsip    kerja    alat    ini yaitu air
hujan masuk melalui  corong  kemudian akan
terkumpul dalam tabung. Dalam tabung ini
terdapat pelampung yang dihubungkan
dengan tangkai pena, sehingga air yang
masuk kedalam tabung akan menekan
pelampung, maka pelampung akan naik dan
tangkai pena  turut  bergerak keatas.
Gerakan pena tersebut akan mencatat pada
pias yang dipasang    pada   silinder jam, jika
gerakan pena mencapai skala 10 mm pada
pias maka secara otomatis air akan turun melalui pipa siphon dan jatuh kedalam
bejana plastik.    Air dalam tabung terkuras habis sehingga tangkai pena      turut
bergerak turun sampai pena menunjuk skala nol, jika hujan masih turun pena   akan
naik lagi, demikian seterusnya.
Waktu pengamatan : pengamatan dilakukan selama 24 jam dan penggantian pias
dilakukan pada jam 07.00 WIB.
1.2 Penakar Hujan Otomatis Type Typping Bucket.
Berfungsi untuk mengukur jumlah curah hujan pada periode waktu tertentu,
dipasang dengan ketinggian 140 cm dari permukaan tanah dan luas penampang
corong 400 cm2. Alat ini terdiri dari sensor yang berupa bucket (semacam
timbangan) dan dihubungkan
dengan menggunakan kabel ke
recorder/pencatat yang
ditempatkan dalam ruangan
observasi, kerja alat ini
memerlukan arus AC yang diubah
menjadi DC 7,5  –  9,0 Volt. Prinsip
kerja alat ini yaitu air yang masuk
melalui corong akan jatuh kedalam alat semacam timbangan, dimana satu jungkitan
pada alat ini akan direspon oleh recorder sehingga akan terbentuk lukisan satu anak
tangga pada pias dan angka counter bertambah satu. Perubahan satu angka counter
menunjukkan lukisan satu anak tangga pada pias dan satu jungkitan pada sensor
nilainya akan setara dengan 0,5 mm curah hujan.3
1.3 Penakar Hujan Manual Type Observatorium
Berfungsi       untuk      mengukur     jumlah  curah  hujan.    Alat   ini   dipasang    diatas
tonggak     kayu   yang    dibeton    dengan ketinggian        120    cm          dari
permukaan   tanah       sampai       mulut     corong     penaka r, luas     penampang     corong
yaitu 100 cm2  dengan     kapasitas   menampung    curah
hujan     ±   5   liter,     dan       ditengah        corong     penakar
dipasang   kran.   Jumlah  curah   hujan  yang  tertampung
akan  dituangkan
melalui    kran      dan      ditakar    dengan    gelas ukur yang
berskala sampai dengan 20 mm. Waktu pengamatan :
pengamatan dilakukan jam 07.00 WS dengan membuka
kran    dan    menampung air hujan dalam gelas penakar
kemudian dibaca skala     yang menunjukkan jumlah curah
hujan yang terjadi selama 24 jam.
2. Thermometer Tanah.
Berfungsi untuk   mengukur suhu tanah dengan kedalaman yang berbeda, yaitu :   0
cm (permukaan tanah), 2 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm dan 100 cm. Thermometer
ini menggunakan cairan air raksa dan diletakkan
di tanah yang permukaan tanahnya berumput
pendek, dan tanah gundul. Untuk     thermometer
dengan   kedalaman   0 cm,   2 cm,   5 cm,       10 cm,
dan 20 cm dipasang dengan sudut kemiringan
60º dan dipasang pada penahan besi untuk
memudahkan pembacaan.
Untuk thermometer dengan kedalaman 50 cm
dan 100 cm digunakan thermometer
berselubung/ tabung logam tembaga/kuningan.
Bagian bawah bola thermometer diisi dengan
parafin/lilin, hal ini dimaksudkan untuk
memperlambat perubahan suhu ketika diangkat
saat pengamatan/ pembacaan.
Waktu pengamatan    : pengamatan I, II, III (Jam
07.30, 13.30, 17.30 WIB)
3. Thermometer Minimum Rumput.
Berfungsi untuk mengukur suhu terendah/ minimum
rumput pada suatu periode pengamatan.  Cairan yang
digunakan pada thermometer ini adalah alkohol.
Pada pipa kapiler berisikan indeks (batang kaca kecil).
Thermometer ini dipasang dengan posisi horizontal di
permukaan tanah berumput pendek dan dijepit pada
tempat khusus yang terbuat dari alumunium yang4
bagian atasnya dihalangi semacam atap supaya tidak terkena langsung sinar
matahari.
Prinsip kerja thermometer ini, yaitu jika suhu turun, alkohol akan menyusut    dan
permukaan alkohol akan menarik indeks ke arah skala lebih kecil, sebaliknya jika suhu
naik, permukaan alkohol akan naik sedangkan indeks tetap tertinggal menunjukkan
skala yang terendah yang dicapai suhu udara.
Waktu pengamatan  :  dilakukan pada jam 07.00 WIB.
Setelah dilakukan pengamatan/ pembacaan skala, posisi indeks harus dikembalikan
ke posisi suhu pada waktu itu.
4. Campbell Stokes.
Berfungsi untuk mengukur lamanya penyinaran matahari .   Alat ini berupa bola kaca
masif dengan garis tengah/diameter 10 – 15 cm,   berfungsi sebagai lensa cembung
(konvex) yang dapat mengumpulkan sinar matahari ke
suatu titik api (fokus), dan alat ini dipasang di tempat
terbuka diatas   pondasi beton dengan ketinggian 120
cm dari permukaan tanah. Lamanya penyinaran
matahari dicatat dengan jalan memfokuskan sinar
matahari tepat mengenai kertas pias yang khusus
dibuat untuk alat ini, dan hasilnya    pada pias akan
terlihat bagian yang terbakar, panjang jejak/bekas
bakaran menunjukkan lamanya penyinaran matahari.
Pada kertas pias terdapat skala jam, sehingga dapat
dijumlahkan berapa lamanya matahari bersinar
terang / cerah.      Pias akan    mulai      terbakar      bila
sinar   matahari > 0.3 cal/cm2 atau 209,34 WM2.
Pias Campbell Stokes ada 3  macam, yaitu :
• Pias    lengkung    panjang    dipasang      antara      tanggal      11      Oktober – 28/ 29
Pebruari.
• Pias lengkung pendek dipasang antara  tanggal  11 April – 31 Agustus.
• Pias lurus dipasang antar    tanggal 1 Maret – 10 April dan 1 September – 10
Oktober.
Waktu pengamatan  :  pias dipasang jam 06.00 diangkat jam 18.00 WIB.
5. Aktinograf Bimetal.
Berfungsi   untuk   mengukur    radiasi    matahari
dalam  waktu  satu  hari,  dipasang  pada  tempat
terbuka   diatas  pondasi  beton  setinggi 120 cm.
Alat  ini  dinamakan  bimetal  karena prinsip kerja
alat terdiri dari dua buah lempengan  logam yang
berbeda warna sebagai sensor, yaitu   lempengan
berwarna putih mengkilat dan warna hitam
gelap. Perbedaan selisih nilai pemuaian kedua
lempengan tersebut dipakai sebagai dasar5
Total Radiasi = Luas x Bilangan Tetapan Pias X Konstanta Alat
pengukuran dan perbedaan ini akan mengakibatkan beda pemuaian pada kedua
lempengan tersebut, sehingga menimbulkan gerak pada pena dan akan melukis pada
kertas pias yang dipasang pada silinder jam.   Arah lempeng logam dipasang searah
dengan peredaran matahari yaitu arah Timur – Barat.   Pias dipasang pada jam 07.00
dan diangkat jam 18.00 WIB.  Besarnya total radiasi matahari dapat diketahui dengan
menghitung luas lukisan pada kertas pias dengan menggunakan alat Planimeter.
Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan rumus :
6. Gun Bellani Integrator.
Fungsi alat ini sama dengan alat aktinograf yaitu untuk mengukur total radiasi
matahari selama satu hari sejak matahari terbit hinga terbenam.  Alat ini tidak secara
langsung mengukur radiasi matahari, tetapi melalui suatu proses penguapan zat cair
terlebih dahulu.   Jumlah zat cair yang diuapkan
berbanding lurus dengan total radiasi matahari
yang diterima.
Alat Gun Bellani ini terdiri dari bagian sensor
berbentuk bulat hitam yang berisikan air dan
dihubungkan dengan tabung buret yang
berskala dalam satuan milimeter.
Radiasi yang diterima oleh sensor
mengakibatkan sensor menjadi panas sehingga
zat cair yang ada dalam sensor menguap,
kemudian uap air ini akan mengkondensasi
dibagian bawah tabung buret. Pengamatan
dilakukan dengan membaca jumlah air yang
terkondensasi pada tabung buret, kemudian
alat dibalik sehingga posisi bola hitam berada
dibagian bawah dan air akan masuk ke dalam sensor.    Selanjutnya alat dibalik
kembali, sensor ada dibagian atas dan zat cair tetap berada dalam bola hitam.  Sedikit
Zat cair yang tumpah kedalam
tabung buret    dibaca sebagai
skala awal kemudian alat
diletakkan kembali kedalam
silinder pelindung.    Besarnya
penambahan volume air yang
terkondensasi dapat diketahui
dengan cara, yaitu :
Jumlah pembacaan hari ini
dikurangi dengan skala awal
hari sebelumnya, Waktu pengamatan dilakukan setiap pagi jam 07.00 Wib.6
7. Barometer Air Raksa
Fungsi alat barometer ini untuk mengukur tekanan udara, alat ini dipasang dalam
ruangan yang mempunyai suhu yang sama (homogen) dan harus terhindar      dari
sinar matahari   langsung,     umumnya   letak   bejana   barometer     ± 1 meter diatas
permukaan lantai ruangan, dan ditempatkan/ digantung    pada dinding tembok
ruangan.    Alat barometer ini terdiri dari sebuah tabung kaca yang ujung atasnya
tertutup dan sebagian berisi air raksa, tabung kaca dipasang dalam sebuah tabung
lain dari tembaga dengan mempergunakan sejenis kayu berpori atau gabus. Ujung
bawah terbuka dimasukkan kedalam bejana yang juga berisi air raksa.    Ruangan
diatas kolom air raksa dalam tabung dapat dikatakan hampa,    perbedaan tinggi
antara permukaan atas dan bawah dari zat cair itu adalah tekanan.    Jika tekanan
udara bertambah,  sebagian dari air raksa dalam bejana akan masuk kedalam tabung,
permukaan air raksa dalam tabung naik dan didalam bejana turun, maka perbedaan
tinggi kedua permukaan menjadi lebih besar.

8. Open Pan Evaporimeter
Berfungsi untuk mengukur evaporasi/penguapan pada periode waktu tertentu.   Alat
ini berupa sebuah panci bundar besar terbuat dari besi yang dilapisi  bahan anti karat
dengan garis
tengah/diameter 122
cm dan tinggi 25.4 cm.
Panci ini ditempatkan
diatas tanah berumput
pendek dan tanah
gundul, dimana alat
tersebut diletakkan
diatas pondasi   terbuat
dari kayu yang bagian
atas kayu dicat warna
putih gunanya untuk
mengurangi
penyerapan radiasi.
Tinggi air dari bibir panci ± 5 cm, bila air berkurang harus segera ditambah agar
besarnya penguapan sesuai.
Waktu pengamatan :  pengamatan I, II, III ( Jam  07.30, 13.30, 17.30 WIB).
Penguapan   Panci   Terbuka   pada tanah berumput   pendek     dilengkapi   dengan alat
Hook Gauge, Still Well dan Thermometer Air.  7
Eo = (Po – P1) + CH
Penguapan Panci Terbuka pada tanah gundul dilengkapi dengan alat   Hook Gauge,
Still Well, Thermometer Air, Flaoting Thermometer maksimum/ minimum dan Cup
Counter Anemometer.
Alat pengukur penguapan tersebut diatas dilengkapi dengan :
a. Hook Gauge
Yaitu suatu alat untuk mengukur perubahan
tinggi permukaan air dalam panci, terdiri dari
sebuah batang yang berskala dan sebuah skrup
berada pada batang tersebut yang digunakan
sebagai pengatur, letak ujung alat berupa
pancing sampai tepat menyentuh pada
permukaan air panci.
Besarnya perubahan volume air dapat dihitung
dengan membaca skala milimeter pada batang
mikrometer, dan skala seperseratus milimeter
dibaca dari mur yang mengelilingi batang mikrometer.
Perhitungan dilakukan dengan rumus :
dimana   :   Eo   =  Jumlah air yang dievaporasikan
Po   =  Pembacaan awal dari permukaan air  yang ditunjukkan
oleh mikrometer
P1   =  Pembacaan akhir setelah terjadi evaporasi
CH  =  Curah Hujan
b. Still Well
Berupa bejana yang terbuat dari logam
(kuningan) yang berbentuk silinder dan
mempunyai 3 buah kaki, dimana tiap kaki
terdapat sebuah skrup untuk menyetel/
mengatur kedudukan bejana agar letaknya
horizontal.
Pada dasar bejana terdapat sebuah lubang,
sehingga permukaan air dalam bejana
sama tinggi dengan permukaan air dalam 8
panci. Bejana digunakan selain untuk tempat meletakkan hook gauge, juga membuat
air dalam bejana menjadi tenang dibandingkan dengan air pada panci, sehingga
penyetelan ujung pancing dapat lebih mudah dilakukan.
c. Thermometer Air
Thermometer air ini adalah
thermometer air raksa yang dipasang
tegak lurus dengan menggunakan
klem, letak bola thermometer
dibawah permukaan air, sehingga
suhu air dapat dibaca pada saat
dilakukan pengamatan.
d. Floating Thermometer Maksimum dan Minimum
Digunakan untuk mencatat suhu maksimum dan minimum air yang terjadi selama 24
jam. Pada umumnya alat ini terdiri dari
sebuah pipa gelas yang berbentuk U
dengan dua buah bola pada ujungnya.
Thermometer dipasang pada rangka baja
non magnetis yang terapung sedikit
dibawah permukaan air oleh pelampung
alumunium.
Suhu maksimum ditunjukkan oleh ujung
kanan indeks dalam thermometer atas
dan suhu minimum ditunjukkan oleh
ujung kanan indeks dalam tabung bawah.
Untuk menyetel kedudukan indeks
kembali, setelah suhu dibaca digunakan magnet batang
e. Cup Counter Anemometer.
Berfungsi untuk mengukur kecepatan angin selama periode waktu tertentu. Alat ini
dipasang disebelah selatan dekat pusat
panci, dengan ketinggian 0,5 meter dari
permukaan tanah. Alat ini terdiri dari 3
buah mangkok yang akan berputar
bila tertiup angin, dimana bagian
bawah mangkok terdapat angka counter
yang mencatat perputaran mangkok
tersebut.
Untuk mengetahui kecepatan angin pada periode waktu tertentu dilakukan dengan
mengurangi hasil pembacaan pada angka counter saat pengamatan dengan hasil
pembacaan sebelumnya, kemudian dibagi dengan periode waktu pengamatan. 9
9. Lysimeter
Berfungsi untuk mengukur jumlah evapotranspirasi pada sebidang tanah bervegetasi
secara langsung. Alat ini berupa
sebuah bejana penampang berukuran
1 m x 1 m yang dibagian atasnya
ditanami vegetasi (rumput atau
tanaman lain).
Unsur yang diamati adalah besarnya
penguapan yang berlangsung pada
sebidang tanah yang bervegetasi.
Prinsip kerja alat tersebut diatas adalah
dengan mengukur jumlah air yang
menguap dihitung berdasarkan
persamaan kesetimbangan air, yaitu dengan rumus persamaan :
C + S  =  Pk + P + E
dimana  :  C   =  Curah hujan
S   =  Air siraman
E   =  Evapotranspirasi
Pk =  Air perkolasi
P  = Jumlah air untuk penjenuhan tanah sampai tercapai kapasitas.
Air perkolasi merupakan jumlah air yang terhisap oleh pompa dan diukur dengan
tabung yang berskala. Penyiraman dilakukan sebanyak 10 liter air sesaat setelah
dilakukan penghisapan, sehingga besarnya evapotranspirasi selama 24 jam dapat
diketahui.
Waktu pengamatan : dilakukan pada jam 17.00 WIB.
10. Wind Vane Anemometer
Berfungsi untuk mengukur arah dan
kecepatan angin. Alat ini dipasang pada
pipa besi dengan ketinggian 10 meter,
dimana alat ini terdiri dari sensor dan alat
penunjuk yang dihubungkan melalui
kabel.
Cara kerja alat tersebut diatas, adalah
sebagai berikut :
• Vane (baling‐baling) yang berbentuk
anak panah mempunyai tahanan yang
melingkar merupakan lingkaran,
tahanan tersebut dihubungkan
dengan 3 buah saluran ke alat
penunjuk, pada tiap titik yang satu
sama lain berjarak sama.    Arus rata
dialirkan tahanan tersebut pada 2 titik, dan jika vane berputar maka kedua kotak
tersebut ikut berputar, kumparan penunjuk arah angin dibuat sedemikian rupa
sehingga putaran sama dengan putaran vane.10
• Tahanan pada vane ini dihubungkan dengan 3 buah kawat pada kumparan
penunjuk,  ditengah dipasang sebuah magnit yang
mempunyai jarum penunjuk, dan alat ini
memerlukan arus DC 12 Volt.
• Cup anemometer terdiri dari 3 buah mangkok
yang dipasang simetris pada sumbu vertical,
dimana pada bagian bawah sumbu vertikal
dipasang sebuah generator, dan jika tertiup angin
ketiga mangkok tersebut akan berputar.
Tegangan dari generator sebanding dengan
kecepatan putaran ketiga mangkok, yang
kemudian diteruskan ke jarum penunjuk.
Pengamatan dilakukan dengan cara :
- untuk menentukan kecepatan angin,    dapat dibaca langsung pada alat
penunjuk,   dan   satuan   kecepatan   angin     yaitu   dalam     knot ( 1 knot = 1,8
km/jam).
- untuk menentukan arah angin, yaitu menekan tombol yang ada pada alat
penunjuk dan kemudian membaca jarum penunjuk yang menunjukkan   arah
berapa   derajat.     (Arah angin 90º = arah timur, 180º = arah selatan, 270º   =
arah barat, dan 360º = arah utara).
Waktu pengamatan: pengamatan I, II, III (Jam 07.00,14.00,18.00 WIB).
11. Cup Counter Anemometer.
Berfungsi untuk mengukur kecepatan angin rata-rata selama periode tertentu. Alat ini
terdiri dari 3 buah mangkok yang
akan berputar bila tertiup angin ,
pada bagian bawah mangkok
terdapat angka counter yang
mencatat perputaran mangkok
tersebut, dan alat ini dipasang
diatas tiang pipa besi setinggi (
½ m, 2 m, 10 m) dari
permukaan tanah.
Untuk mengetahui kecepatan
rata-rata angin pada periode waktu tertentu dilakukan dengan mengurangi hasil
pembacaan pada angka counter saat pengamatan dengan hasil pembacaan sebelumnya,
kemudian dibagi dengan periode waktu pengamatan.
Waktu pengamatan : pengamatan I, II, III (Jam 07.00, 14.00, 18.00 WIB).
12. Sangkar Meteorologi
Sangkar meteorologi ini berfungsi sebagai tempat alat-alat pengukur cuaca tertentu,
agar tehindar dari sinar matahari langsung dan pengaruh lingkungan. Sangkar ini
terbuat dari kayu jati yang dicat warna putih, bentuknya segi 4 , dengan setiap dinding
diberi jalusi berlapis dua, dan juga atapnya terbuat dari papan kayu , semua itu
maksudnya agar didalam sangkar ada sirkulasi udara. 11
Ada empat jenis sangkar yang sama, diantaranya tiga sangkar dengan ketinggian
120 cm, dan satu sangkar dengan tinggi 20 cm dari permukaan tanah, yaitu :
¾ Sangkar Meteorologi dengan
ketinggian 120 cm yang
ditempatkan pada
permukaan tanah gundul,
didalamnya terdiri dari alat
(Thermometer bola basah,
bola kering, maksimum, dan
minimum).
¾ Sangkar Meteorologi dengan
ketinggian 120 cm yang
ditempatkan pada
permukaan tanah berumput ,
didalamnya terdiri dari alat (
Thermometer bola basah, bola kering, maksimum, dan minimum)
¾ Sangkar Meteorologi dengan ketinggian 120 cm yang ditempatkan pada
permukaan tanah gundul, didalamnya terdapat alat Kessner Evaporimeter, dan
Piche Evaporimeter) .
¾ Sangkar Meteorologi dengan ketinggian 20 cm yang ditempatkan pada
permukaan tanah gundul, didalamnya terdiri dari alat  (Thermometer bola basah,
bola kering, maksimum, dan minimum).
13. Psychrometer Standard
Psychrometer standard ini ditempatkan didalam sangkar meteorologi dengan
ketinggian berbeda seperti yang tersebut diatas, yaitu terdiri dari : Thermometer
Bola Basah dan Bola Kering.
Themometer bola basah dan bola kering ini berfungsi untuk menentukan kelembaban
udara, suhu udara, dan titik embun embun. Alat ini terdiri dari 2 buah thermometer
air raksa yang dipasang berdampingan secara vertikal. Bola dari salah satu
thermometer dibungkus dengan kain kasa/ muslin yang tergantung pada bejana kecil
berisi air murni, sehingga bola
thermometer selalu basah dan
disebut sebagai bola basah,
sedangkan yang lain tidak
dibungkus disebut sebagai bola
kering.
Suhu udara dapat dibaca pada
thermometer bola kering,
penguapan air dari kain kasa
basah menyebabkan suhu bola basah lebih rendah dari pada suhu bola kering. Dari
hasil pembacaan bola basah dan bola kering akan dapat diketahui kelembaban udara
dan titik embun. Waktu pengamatan : dilakukan sesuai dengan pengamatan AgM 1-a
dan AgM 1-b. 12
14. Thermometer Maksimum.
Berfungsi untuk mengukur suhu udara maksimum. Cairan yang digunakan pada
thermometer maksimum ini adalah air raksa, adanya penyempitan pada pipa kapiler
yang berdekatan dengan reservoir merupakan ciri thermometer maksimum.
Thermometer ini dipasang dengan kemiringan 2º secara horizontal didalam sangkar
meteorologi.
Prinsip kerja thermometer ini,
yaitu jika suhu udara naik ,
maka air raksa dalam bola akan
memuai mendorong cairan air
raksa keluar melalui pipa yang
menyempit, suhu udara terus
naik sampai mencapai nilai
maksimum. Jika suhu udara
turun, cairan air raksa dalam
bola akan menyusut sehingga
alur air raksa dalam pipa kapiler terputus, namun ujung air raksa tetap menunjukkan
nilai skala yang maksimum.
Waktu pengamatan : dilakukan pada jam 18.00 WIB
Setelah dilakukan pengamatan/ pembacaan, posisi air raksa harus dikembalikan ke
posisi suhu pada waktu itu dengan cara diayun sedikit hentakan sebanyak tiga kali.
15. Thermometer Minimum.
Berfungsi untuk mengukur suhu terendah/ minimum pada suatu periode pengamatan.
Cairan yang digunakan pada thermometer ini adalah alkohol. Pada pipa kapiler
berisikan indeks (batang kaca kecil).
Thermometer ini dipasang secara
horizontal didalam sangkar
meteorogi.
Prinsip kerja thermometer ini, yaitu
jika suhu turun, alkohol akan
menyusut dan permukaan alkohol
akan menarik indeks ke arah skala
lebih kecil, sebaliknya jika suhu naik,
permukaan alkohol akan naik sedangkan indeks tetap tertinggal menunjukkan skala
yang terendah yang dicapai suhu udara.
Waktu pengamatan : dilakukan pada jam 14.00 WIB.
Setelah dilakukan pengamatan/ pembacaan skala, posisi indeks harus dikembalikan ke
posisi suhu pada waktu itu.
16. Piche Evaporimeter
Berfungsi untuk mengukur banyaknya penguapan dari permukaan basah (kertas filter).
Alat ini terdiri dari tabung gelas yang berskala 0 sampai 30 cc dengan
pembagian skala 0.1 cc, pada salah satu ujung 13
tabung yang terbuka diberi jepitan logam dan tabung gelas ini diisi air destilasi, antara
tabung gelas dan jepitan logam
disisipkan kertas filter dengan
diameter 3 cm.
Alat piche ini digantung secara
vertical, dan penempatannya
digabung dengan kessner
evaporimeter pada sangkar
meteorologi dengan posisi ujung
tabung yang tertutup kertas filter di
bagian bawah. Setelah kertas filter
basah semua baru dibaca skala sebagai skala awal (misal y). Jika terjadi penguapan,
air dalam tabung akan berkurang sehingga permukaan air dalam tabung akan turun,
pada waktu pengamatan dibaca skala (misal x) maka penguapan ( x – y ) cc. Waktu
pengamatan : pengamatan I, II, III (Jam 0730, 13.30, 17.30).
17. Kessner Evaporigraph.
Yaitu alat untuk mengukur evaporasi/ penguapan
selama 24 jam. Alat ini mencatat sendiri secara terus
menerus penguapan yang terjadi setiap saat, sehingga
dapat diperoleh jumlah penguapan dalam waktu
tertentu, juga dapat diketahui nilai maksimum dan
minimum serta waktu terjadinya.
Alat ini penempatannya digabung dengan Piche
Evaporimeter pada sangkar meteorologi ketinggian 120
cm. Penggantian pias dilakukan setiap jam 07.00 WIB.
18. Lightning Counter.
Berfungsi untuk mencatat frekuensi dan waktu
terjadinya kilat secara otomatis. Alat ini terdiri dari
sensor berupa 4 buah bentangan kawat tembaga yang
masing–masing kawat panjangnya ± 10 meter, dan
dipasang pada 2 buah tiang kayu, kemudian oleh
sebuah kawat dihubungkan ke recorder/pencatat yang
ada dalam ruang observasi.
Alat listrik udara tersebut menggunakan arus DC dari
batterey dan dapat merekam kejadian kilat
sampai radius ± 30 km.
Waktu pengamatan : dilakukan selama 24 jam dan penggantian pias dilakukan setiap
satu minggu. 14
19. Menara Cuaca  (Towering Climatology)
Berfungsi sebagai tempat alat – alat untuk mengukur profil iklim mikro pada
ketinggian 4 m, 7 m, dan 10 m dari permukaan tanah. Pada masing – masing
ketinggian terdapat
sangkar meteorologi
dan cup counter
anemometer.
Dalam masing -
masing sangkar,
juga dilengkapi
dengan alat-alat
yaitu thermometer
bola basah, bola
kering, maksimum,
minimum, dan piche
evaporimeter .
Waktu pengamatan :
dilakukan saat
pengamatan AgM 1-
a dan AgM 1-b.
20. Automatic Weather Station (AWS).
Fungsi alat AWS ini untuk mengukur dan mencatat unsur cuaca secara otomatis.
AWS ini dilengkapi dengan alat sensor , unsur- unsur cuaca akan terdeteksi oleh
sensor dan terekam selama 24 jam, dan unsur-unsur cuaca tersebut akan terekam
setiap 10 menit pada alat Lodger, kemudian data dari Lodger tersebut dipindahkan dan
di edit ke PC
Computer
program AWS.
Data yang sudah
tercatat pada PC
Computer
program AWS
diarsipkan
kemudian
dikirim ke BMG
Jakarta.
Alat ini dapat
mengamati dan
mencatat unsur – unsur cuaca, yaitu Suhu udara, Suhu tanah dengan kedalaman 10 cm
dan 20 cm, Kelembaban udara, Titik embun, Tekanan udara, Arah dan kecepatan
angin, Curah hujan, dan Radiasi matahari. Waktu pengamatan : dilakukan selama 24
jam 15
21. Telemetered Meteorological Observation Station (TMOS).
Fungsi alat TMOS ini untuk mengukur dan mencatat unsur cuaca dan dikirim
langsung secara otomatis ke pusat prakiraan cuaca BMG Jakarta secara real time.
Alat ini dapat mengamati dan mencatat unsur-unsur cuaca, yaitu Suhu udara, Tekanan
udara, Kelembaban udara, Arah dan kecepatan angin, Curah hujan, dan Radiasi
matahari.
Hasil pengamatan yang
tercatat dari alat TMOS ini
kemudian data tersebut
dipancarkan oleh VSAT
(Very Small Apperture
Terminal) melalui Satelit
Palapa B4 ke NCC
(National Control Centre)
di BMG pusat Jakarta
untuk diproses lebih lanjut
pada NPC (National
Processing Centre). Waktu
pengamatan : dilakukan selama 24 jam.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s